Ilustrasi(Dok Istimewa)
OTORITA Ibu Kota Nusantara (OIKN) berbareng sejumlah kementerian, lembaga, BUMN, bumi usaha, dan masyarakat menanam 1.708 pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kolam Retensi DAS Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (15/8/2026).
Aksi berjudul “Merdeka Bersama Alam” tersebut sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Penanaman Bibit Pohon Terbanyak di Taman Kota.
Penanaman 1.708 pohon dari 19 jenis tanaman itu melibatkan lebih dari 2.300 peserta. Mereka berasal dari jejeran Forkopimda, personil Pramuka, pelajar, pedagang pasar, masyarakat adat, bumi usaha, hingga rumah sakit.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, penghijauan di Nusantara tidak boleh berakhir sebagai aktivitas seremonial nan hanya dilakukan pada momentum tertentu. Menurutnya, menanam dan merawat pohon kudu menjadi bagian dari style hidup masyarakat.
“Buat kami sebenarnya mau membujuk masyarakat ini menjadi lifestyle (gaya hidup), bukan hanya memperingati hari-hari besar, tapi lantaran kita memang butuh untuk menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujar Basuki.
Ia mengatakan, penghijauan menjadi bagian krusial dalam membangun Nusantara sebagai ibu kota baru nan tetap mempertahankan karakter lingkungan dan ekosistem rimba tropis.
Bibit nan ditanam terdiri atas sejumlah pohon kayu endemik Kalimantan, seperti ulin, meranti, bangkirai, gaharu, balangeran, dan keruing. Jenis-jenis tersebut dipilih untuk membantu memulihkan struktur ekosistem rimba hujan tropis.
Selain pohon kayu, OIKN juga menanam tanaman **Multi-Purpose Tree Species (MPTS)** alias tanaman buah, seperti rambutan, kasturi, mata kucing, dan langsat. Tanaman tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan pakan alami bagi satwa liar sekaligus memperkuat kegunaan RTH sebagai ruang hijau produktif.
Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri mengatakan, penanaman tersebut memenuhi kategori rekor lantaran jumlah bibit nan ditanam menjadi nan terbanyak di area taman kota.
“MURI mencatat ini sebagai rekor superlatif. Penanaman 1.708 pohon dari 19 jenis ini merupakan rekor terbanyak di area taman kota,” kata Yusuf.
Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga memberikan faedah ekologis, mulai dari menjaga kegunaan hidrologis, mencegah erosi, menekan suhu udara, hingga mempertahankan area Nusantara tetap hijau.
Penanaman pohon juga didukung sistem pendokumentasian digital melalui aplikasi iKNOW, nan dikembangkan Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN.
Melalui sistem tersebut, setiap pohon nan ditanam dapat diverifikasi secara real-time menggunakan teknologi geotagging. Peserta mengunggah swafoto di letak penanaman sebagai bagian dari proses pendataan dan verifikasi.
Keterlibatan generasi muda juga terlihat dari kehadiran sekitar 400 personil Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Timur.
Perwakilan Dewan Kerja Daerah Pramuka Kwarda Kaltim, Muhammad Askar Wiryawan, mengatakan aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus corak kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan di Nusantara.
“Sebagai personil Pramuka nan berpegang pada Dasadharma cinta alam, kami tergerak untuk bersama-sama membangun IKN sebagai wajah Indonesia. Harapannya area nan dibangun di IKN terus diimbangi dengan penghijauan kembali,” ujar Askar.
Selain penanaman pohon, area RTH DAS Sanggai juga diisi beragam aktivitas untuk menghidupkan ruang publik, seperti lomba fun fishing, paddle board, panggung musik, dan pasar UMKM kuliner.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama lintas sektor nan melibatkan pemerintah, BUMN, swasta, komunitas, hingga masyarakat.
Sejumlah pihak nan terlibat antara lain SKK Migas Kalimantan Sulawesi, BPDAS Mahakam Berau, SKB Bank Indonesia IKN, OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan.
Dukungan juga datang dari sejumlah mitra industri, energi, perhotelan, dan pelaku upaya lokal, di antaranya PT Inhutani I Wilayah Kalimantan Timur-Sulawesi Selatan, PT Gunung Bara Utama, PT Karya Putra Borneo, PT Graha Panca Karsa, PT Citra Dayak Indah, PT Tepian Indah Sukses, PT Multi Harapan Utama, PT Paricoal, Bank Artha Graha, Electronic City, Swissôtel Nusantara, Qubika Hotel Nusantara, dan Kampung Kecil.
Melalui aktivitas tersebut, OIKN menegaskan upaya memperkuat penataan lingkungan dan pemulihan ekosistem rimba alias rewilding di Nusantara. Penanaman pohon diharapkan tidak berakhir pada aktivitas peringatan HUT ke-81 RI, tetapi berkembang menjadi budaya penghijauan nan dilakukan secara berkelanjutan.(H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·