KH. Anwar Zahid (memegang mik) sedang menyampaikan tausiah didampingi Bupati Brebes, Paramita Widya Kusuma (berhijab).(MI/Supardji Rasban)
RIBUAN kaum Muslim/Muslimah, memadati Lapangan Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Selasa (25/8) sore. Mereka mengikuti Pengajian Akbar dan Brebes Bersholawat berbareng KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah.
Sejak sekitar pukul 13.00 WIB, lapangan telah dipenuhi jamaah. Mayoritas merupakan kaum ibu nan datang berbareng family dan golongan pengajian. Mereka dengan penuh antusias menanti tausiah KH. Anwar Zahid alias nan berkawan disapa Abah Anza.
Suasana semakin semarak ketika Abah Anza mulai menyampaikan tausiah sekitar pukul 15.00 WIB. Lantunan sholawat dan angan menggema di tengah ribuan jamaah, menciptakan suasana penuh kekhidmatan sekaligus kehangatan.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan rasa syukur lantaran masyarakat dapat berkumpul dalam suasana penuh keberkahan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa kemuliaan seorang pemimpin dan seorang manusia tumbuh dari akhlaknya. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, dan keberanian untuk memihak kebenaran,” ujar Paramitha.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat. Pembangunan daerah, kata dia, tidak hanya berbincang mengenai pembangunan fisik, tetapi juga kudu melangkah beriringan dengan pembangunan adab dan kepedulian sosial.
“Saya percaya, pembangunan bakal terasa manfaatnya ketika melangkah berbareng dengan pembangunan adab dan kepedulian sosial,” ucap Paramitha.
Bupati juga membujuk masyarakat untuk memaknai kemerdekaan sebagai sebuah amanah, terlebih rangkaian aktivitas tersebut tetap berada dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kemerdekaan adalah amanah. Mari kita isi dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta memberikan nan terbaik bagi keluarga, lingkungan, dan wilayah kita,” pesan Paramitha.
Usai sambutan Bupati, tibalah saat nan paling ditunggu-tunggu jamaah. Abah Anza naik ke panggung dan langsung menghidupkan suasana dengan style khasnya nan komunikatif, jenaka, namun sarat pesan dan hikmah.
Dalam tausiahnya, Abah Anza membujuk masyarakat untuk mensyukuri kemerdekaan nan telah diraih bangsa Indonesia. Kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang melalui perayaan, tetapi kudu diisi dengan rasa syukur, menjaga persatuan, serta menjadi pribadi nan memberikan faedah bagi sesama.
Pesan tentang kemerdekaan kemudian dipadukan dengan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Abah Anza mengingatkan jamaah bahwa perjuangan dan kemerdekaan sejatinya kudu dibarengi dengan kemerdekaan jiwa dari sifat-sifat buruk, serta diisi dengan adab sebagaimana nan dicontohkan Rasulullah SAW.
“Kalau kita mengaku cinta Rasulullah, maka jangan hanya lisannya nan bersholawat. Akhlaknya juga kudu mengikuti adab Rasulullah,” ujar Abah Anza.
Gaya pidato Abah Anza nan sesekali diselingi banyolan membikin ribuan jemaah tetap konsentrasi dan antusias mengikuti tausiah. Gelak tawa pecah di beberapa kesempatan, namun segera disusul pesan-pesan keagamaan nan membujuk jamaah untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Abah Anza juga membujuk jemaah berinteraksi secara langsung. Kali ini, dua orang jamaah dipilih untuk naik dan berbincang dengannya, ialah seorang ibu dan seorang anak wanita nan diperkirakan berumur sekitar delapan tahun.
Interaksi tersebut sontak mengundang perhatian dan keceriaan jamaah. Keduanya kemudian mendapatkan bingkisan masing-masing berupa satu buah sarung dari Abah Anza. Kebahagiaan semakin terasa ketika Bupati Brebes berbareng para tamu undangan turut memberikan duit saku kepada keduanya.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian nan paling mendapat sambutan meriah dari ribuan jamaah.
Memasuki bagian akhir acara, suasana semakin khidmat. Ribuan jemaah larut dalam lantunan sholawat berbareng Abah Anza. Suara sholawat menggema memenuhi Lapangan Desa Karangmalang, berpadu dengan angan dan angan masyarakat. (E-2)
Acara berjalan meriah hingga selesai. Jemaah nan sejak siang memadati lapangan tetap antusias mengikuti rangkaian Brebes Bersholawat hingga berakhir. (E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·