Perjuangan Nakes RSUD Ruteng: Bertahan Merawat Pasien di Tengah Dingin Ekstrem Pascagempa

58 menit yang lalu 1
 Bertahan Merawat Pasien di Tengah Dingin Ekstrem Pascagempa Rawat inap di tenda Darurat RSUD Ruteng(MI/Marianus)

DI tengah akibat pascagempa bumi magnitudo 7,7 nan menguncang Nusa Tenggara Timur, tenaga kesehatan (nakes) RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, kudu bekerja ekstra dalam situasi serba terbatas. Pelayanan medis terpaksa dialihkan ke tenda-tenda darurat di bawah gempuran suhu dingin ekstrem unik Kota Ruteng.

Humas RSUD Ruteng, Yohana R. D. Mari, mengatakan kondisi tersebut membikin tenaga kesehatan kudu bekerja lebih keras untuk memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan.

“Dengan melakukan perawatan di tenda dengan suhu Kota Ruteng nan dinginnya sangat ekstrem, merupakan tantangan tersendiri bagi tenaga medis di RSUD Ruteng,” kata Yohana, Kamis  (20/8).

Kondisi apalagi membikin sejumlah tenaga kesehatan ikut jatuh sakit. Beberapa master dan perawat terpaksa mendapatkan perawatan sembari tetap menjalankan tugas.

“Ada beberapa tenaga medis, baik master maupun perawat, pada akhirnya menjadi pasien. Mereka hanya diinfus lampau tetap bekerja lantaran takut kekurangan tenaga untuk merawat pasien,” ujarnya.

Sebagian tenaga kesehatan mendapat perawatan di ruang UGD sembari tetap membantu pelayanan. Sementara tenaga kesehatan lainnya diminta beristirahat untuk memulihkan kondisi.

Situasi tersebut menggambarkan beratnya beban tenaga kesehatan dalam masa tanggap darurat. Di satu sisi, mereka kudu menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca dingin dan keterbatasan fasilitas. Di sisi lain, pasien tetap memerlukan pelayanan tanpa henti.

Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, RSUD Ruteng mendapat tambahan tenaga kesehatan dari luar daerah.

Berdasarkan info hingga 18 Agustus 2026, support tenaga medis datang dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RS WZ Johannes Kupang, serta sejumlah wilayah lainnya.

Tenaga nan diperbantukan antara lain master ortopedi, master dan ahli anestesi, tenaga mahir teknologi laboratorium medik, perawat ruang intensif, serta master emergency.

“Yang datang adalah master ortopedi, anestesi, ahli anestesi, tenaga ATLM satu orang, perawat ruangan intensif dan master emergency,” kata Yohana.

Bagi tenaga kesehatan RSUD Ruteng, tambahan personel tersebut menjadi bagian krusial untuk menjaga pelayanan tetap berlangsung, ketika mereka sendiri tetap kudu berjuang memulihkan kondisi setelah bekerja di tengah situasi darurat pascagempa. (MM)

Selengkapnya