ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa Kementerian Kesehatan terus beralih bentuk dalam meningkatkan jasa kesehatan di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan dengan menetapkan transformasi enam pilar utama di sektor kesehatan,
Keenam pilar tersebut meliputi transformasi jasa primer, transformasi jasa sekunder, transformasi ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia bagian kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.
Khusus pada pilar transformasi pembiayaan kesehatan, Kemenkes melakukan penguatan terhadap coverage jasa BPJS Kesehatan.
"Karena dia (BPJS Kesehatan) mempunyai negotiating power terhadap supply side, dokter, apotek, rumah sakit, agar inflasi kesehatan itu tidak naik tinggi. Karena di seluruh bumi tuh inflasi kesehatan itu naik lebih tinggi dari GDP growth," ungkap Budi dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, idealnya jasa BPJS Kesehatan meng-cover sebesar 60% hingga 80% dari shopping kesehatan. Sementara saat ini BPJS Kesehatan baru meng-cover sebesar 20% hingga 25% total shopping kesehatan.
"Jadi 20% dari Rp 600 (triliun) ya mungkin sekitar Rp 240-250 triliun. Itu kudu naik sampai menurut saya idealnya ke Rp 500 triliun," ungkap Budi.
Budi mengungkapkan pada 2026 pemerintah menginjeksi sebesar Rp 20 triliun demi memperkuat kondisi finansial jasa BPJS Kesehatan. Lalu untuk tahun depan pemerintah pun berencana menambahkan nilai injeksinya dibandingkan dengan tahun ini.
"Memang ini kudu dihitung sustainability-nya. Karena BPJS itu sifatnya gotong royong ya, kayak pajak," jelas dia.
"Ada konsep gotong royong di sini. Itu sebabnya kelak kita bakal tata lagi BPJS," tambah dia.
Saat ini kata dia, tak sedikit masyarakat nan berpandangan bahwa BPJS Kesehatan terbagi dengan beberapa kelas. Padahal menurut dia BPJS Kesehatan menutupi biaya kesehatan semua pesertanya.
"Karena konsepnya asuransi sosial, konsepnya BPJS adalah gotong royong. Memang nan lebih kaya kudu bayar premi lebih mahal dibandingkan nan miskin. Supaya bisa terjadi pengaruh gotong royongnya mirip dengan pajak," ujar Budi.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·