ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Waskita Karya (Persero) Tbkterus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun infrastruktur. Tidak hanya berfaedah sebagai aset fisik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembuatan pusat-pusat ekonomi baru di beragam daerah.
Melalui pembangunan bendungan, jaringan irigasi, dan beragam prasarana sumber daya air di seluruh Indonesia, Perseroan menghadirkan faedah nan jauh melampaui kegunaan utamanya sebagai penyedia air baku, irigasi, pengendali banjir, maupun pembangkit energi.
Infrastruktur tersebut sekarang berkembang menjadi katalis lahirnya area wisata baru, tumbuhnya UMKM lokal, meningkatnya investasi daerah, serta terbukanya lapangan kerja nan memberikan akibat ekonomi berkepanjangan bagi masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto pun baru saja meresmikan sejumlah waduk di Tanah Air. Ia mengatakan, seluruh waduk tersebut merupakan investasi senilai Rp9,79 triliun. Nantinya didukung teknologi dan bibit terbaik, negara bisa menghasilkan satu juta ton beras.
"Saudara-saudara, saya titip jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan baik, rawat dengan baik, pastikan bahwa air nan dibutuhkan sampai ke para petani," katanya dalam agenda peresmian beberapa waktu lalu.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunitamengatakan, pembangunan 29 waduk di beragam wilayah Indonesia dalam 10 tahun terakhir mencerminkan komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai ekonomi melalui pembangunan prasarana sumber daya air.
Bagi Waskita Karya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi dari besarnya nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan nan terus dihasilkan bagi Indonesia dalam jangka panjang.
"Bendungan dan jaringan irigasi bukan sekadar proyek konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi ketahanan pangan dan ketahanan air nasional, sekaligus membuka kesempatan pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata, perikanan darat, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi di daerah. Setiap waduk nan kami bangun diharapkan bisa menciptakan multiplier effect yang terus berkembang selama puluhan tahun dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat maupun perekonomian nasional. Inilah nilai tambah nan selalu kami upayakan dalam setiap proyek nan dikerjakan Waskita Karya," ujar Ermy, Sabtu (11/7/2026).
Hingga kini, sedikitnya tujuh waduk hasil karya Waskita telah berkembang menjadi lokasi wisata nan dikelola masyarakat dan pemerintah daerah. Di antarantya Bendungan Jlantah dan Bener di Jawa Tengah, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, Bendungan Margatiga di Lampung, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, serta Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur.
Keberadaan sejumlah waduk tersebut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru melalui upaya kuliner, homestay, penyewaan perahu wisata, pusat oleh-oleh, jasa transportasi lokal, area rekreasi keluarga, hingga pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pada saat nan sama, prasarana tersebut meningkatkan produktivitas pertanian melalui kepastian pasokan air, memperkuat sektor perikanan darat, serta meningkatkan ketahanan air bagi masyarakat dan area industri.
Salah satu contoh terbaru ialah Bendungan Jlantah. Berlokasi di area nan telah dikenal sebagai lokasi wisata Tawangmangu dan Gunung Lawu, waduk ini memperluas daya tarik pariwisata Jawa Tengah sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan wisata alam, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Potensi serupa juga terlihat pada Bendungan Bener nan terintegrasi dengan area penyangga Destinasi Super Prioritas Borobudur. Lalu ada Bendungan Karian nan menjadi lokasi wisata baru sekaligus memperkuat ketahanan air bagi jutaan masyarakat di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, serta Bendungan Temef nan menjadi tonggak krusial pemerataan pembangunan dan penguatan ketahanan pangan di Indonesia Timur.
"Setiap waduk nan dibangun Waskita Karya merupakan investasi jangka panjang nan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan dan air, prasarana tersebut menjadi katalis investasi, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, membuka kesempatan upaya dan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata. Inilah bentuk peran Waskita Karya sebagai economic value creator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional nan inklusif dan berkelanjutan," jelas dia.
Berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun prasarana strategis nasional, Waskita Karya terusmemperkuat posisinya sebagai mitra pembangunan terpercaya bagi pemerintah dan beragam pemangku kepentingan. Sejalan dengan transformasi perusahaan, Perseroan juga semakin selektif dalam mengembangkan portofolio proyek nan mempunyai faedah ekonomi tinggi, skema pembiayaan nan sehat, serta memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan negara.
Ke depan, Waskita Karya optimistis kebutuhan pembangunan bendungan, jaringan irigasi, prasarana ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, serta beragam mega proyek nasional bakal terus meningkat. Perseroan siap mengambil peran lebih besar dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui prasarana nan produktif, berkelanjutan, dan bisa menciptakan faedah ekonomi lintas sektor.
Sebagai BUMN Konstruksi, Waskita Karya percaya bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi dari sejauh mana prasarana tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing nasional. Diharapkan juga bisa menarik investasi sekaligus menciptakan nilai ekonomi nan berkepanjangan bagi generasi mendatang.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·