Pesepak bola Persija Jakarta Eksel Timothy Joseph Runtukahu (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persebaya Surabaya Toni Firmansyah (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026).(Antara/Bayu Pratama S)
PELATIH Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa konsentrasi utama timnya saat ini adalah pemulihan kondisi bentuk pemain guna menyambut kejuaraan musim 2026/2027. Langkah ini diambil untuk memastikan skuad berjuluk Bajul Ijo tersebut berada dalam level kebugaran maksimal sebelum kejuaraan resmi dimulai.
"Satu perihal nan bisa saya katakan adalah mereka bakal menjalani pemulihan, mendapatkan rehat beberapa hari. Setelah itu, mari kita lihat siapa nan kondisinya baik untuk meningkatkan stamina, fisik, serta kondisi mental," ujar Tavares sebagaimana dikutip dari laman resmi I.League, Kamis (20/8).
Persiapan Menuju Pekan Perdana
Evaluasi mendalam terus dilakukan oleh jejeran pembimbing agar performa tim mencapai titik optimal saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan perdana BRI Super League 2026/2027. Pertandingan pembuka tersebut dijadwalkan berjalan pada 5 September 2026 mendatang.
Pelatih berkebangsaan Portugal itu menerapkan pendekatan latihan intensif. Tujuannya memastikan ketahanan bertanding para pemain terjaga secara konsisten selama 90 menit penuh, sehingga tidak terjadi penurunan performa di menit-menit krusial.
Kontrol Emosi dan Kedisiplinan
Selain aspek fisik, mantan pembimbing PSM Makassar ini juga menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan dan kendali emosi di atas lapangan. Tavares menilai sikap nan terlalu emosional terhadap keputusan wasit sangat berisiko merugikan strategi tim secara keseluruhan.
"Terkadang kita terlalu emosional dengan keputusan wasit. Saya percaya jika terlalu emosional, kita bakal mendapatkan banyak kartu kuning dan kita kudu bisa mengontrol perihal ini juga," tegasnya.
Pematangan Taktik dan Bola Mati
Di sektor teknis, Persebaya terus mematangkan organisasi taktik, termasuk transisi permainan dan skema bola meninggal (set piece). Pendekatan nan dilakukan meliputi sesi latihan kolektif di lapangan hingga sesi pemutaran video perseorangan untuk mengevaluasi pergerakan setiap pemain.
Tavares mengingatkan anak asuhnya untuk tidak kehilangan konsentrasi pada detail-detail kecil, seperti saat bola keluar lapangan alias lemparan ke dalam lawan.
"Saat bola keluar, tetap fokus, jangan membelakangi bola lantaran musuh bisa melakukan lemparan ke dalam dengan cepat. Hal-hal seperti ini krusial untuk dilatih, baik organisasi penyerangan, pertahanan, transisi, hingga skema bola mati," pungkas Tavares. (Ant/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·