Ilustrasi(Dok Pertamina)
PT Pertamina Patra Niaga menghentikan sementara operasional sejumlah lembaga penyalur BBM di wilayah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
Penghentian sementara dilakukan untuk pengecekan dan memastikan kembali keandalan sarana dan akomodasi (sarfas) sebelum pelayanan kembali dibuka. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah di Flores.
Meski sejumlah penyalur dihentikan sementara, Pertamina memastikan stok BBM tetap aman. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, penyaluran BBM bakal dilakukan melalui skema alih suplai dari Ende dan Labuan Bajo, serta memungkinkan dari Maumere sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Berdasarkan pengecekan awal, lembaga penyalur BBM di Kabupaten Sikka, Nagekeo, dan Manggarai raya serta wilayah terdampak lainnya tidak ditemukan mengalami kerusakan pada sarana utama. Namun, pemeriksaan lebih lanjut tetap dilakukan sebelum operasional kembali berjalan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas utama Pertamina dalam menghadapi situasi kebencanaan.
"Pertamina menyampaikan keprihatinan atas gempa nan terjadi di NTT. Kami terus melakukan pengecekan dan memastikan seluruh sarana penyaluran BBM dalam kondisi aman. Penghentian sementara operasional di sejumlah titik merupakan langkah kehati-hatian untuk memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum pelayanan kembali dilakukan,” ujar Ahad lewat keterangan tertulis.
Menurutnya, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah wilayah dan lembaga mengenai untuk memantau akibat gempa, termasuk gangguan kelistrikan dan kondisi ruas jalan Trans Ende-Bajawa nan mengalami longsor.
Dari sisi ketahanan stok, kesiapan BBM untuk wilayah Reo dalam kondisi aman. Stok Avtur mempunyai ketahanan sekitar sembilan hari, Biosolar enam hari, Pertamina Dex empat hari, Pertamax lima hari, dan Pertalite lima hari.
“Kami juga terus memantau stok dan menyiapkan langkah pengamanan pasokan agar kebutuhan daya masyarakat tetap dapat dilayani,” kata Ahad.
Selain menjaga keandalan pasokan energi, Pertamina melalui Pertamina Peduli menyiapkan support kemanusiaan bagi masyarakat terdampak berupa makanan siap santap, sembako, air mineral, tenda darurat, terpal, selimut, hygiene kit dan obat-obatan.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta merujuk pada info resmi pemerintah dan Pertamina mengenai kondisi kesiapan BBM maupun perkembangan jasa di wilayah terdampak. (PO/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·