Jeff Bezos Beli Saham Liverpool, Persaingan Pemilik AS di Liga Primer makin Sengit

52 menit yang lalu 2
Jeff Bezos Beli Saham Liverpool, Persaingan Pemilik AS di Liga Primer makin Sengit Ilustrasi(Dok IG )

LIVERPOOLmenjual saham minoritas kepada konsorsium nan melibatkan pendiri Amazon Jeff Bezos. Kesepakatan tersebut menjadi langkah terbaru dalam persaingan pemilik asal Amerika Serikat untuk menguasai Liga Primer Inggris. Empat bulan setelah Arsenal menjuarai Liga Primer di bawah kepemilikan miliarder AS Stan Kroenke, Liverpool memilih mendapatkan investasi eksternal untuk kembali merebut gelar.

Dana dari penjualan sekitar sepertiga saham klub kepada Bezos dan konsorsium bakal digunakan untuk memperkuat upaya Liverpool mengejar gelar Inggris ke-21. Persaingan juga melibatkan Manchester United nan kebanyakan sahamnya dimiliki family Glazer dari AS serta Chelsea nan golongan pemiliknya dipimpin pengusaha AS Todd Boehly. Aston Villa juga menjadi salah satu dari enam klub Liga Primer lainnya nan mempunyai pemilik alias penanammodal asal AS.

Fenomena tersebut turut meningkatkan valuasi klub-klub papan atas Inggris. Fenway Sports Group nan berbasis di Boston membeli Liverpool seharga 300 juta pound sterling pada 2010. Kini, setelah kesepakatan dengan konsorsium Bezos, nilai Liverpool dilaporkan berada di kisaran 5-6 miliar pound sterling.

Bezos, nan berumur 62 tahun, merupakan orang terkaya keempat di bumi dengan kekayaan sekitar US$256 miliar. Salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, nan mempunyai kekayaan sekitar US$32 miliar juga tergabung dalam konsorsium tersebut. Konsorsium itu dipimpin Amit Bhatia, menantu miliarder India Lakshmi Mittal. Keterlibatan Bezos memunculkan spekulasi mengenai rencana jangka panjang pemilik Liverpool, meski dia dilaporkan hanya bakal berstatus sebagai mitra pasif.

John W. Henry dan FSG sebelumnya menyatakan bakal mempertahankan "kepemilikan kebanyakan dan kendali operasional Liverpool". Namun, besarnya untung dari peningkatan nilai klub membuka kemungkinan munculnya pertanyaan mengenai masa depan kepemilikan tersebut.

Liverpool tetap menjadi salah satu merek olahraga paling ikonik di dunia. Deloitte mencatat The Reds sebagai klub Liga Primer dengan pendapatan terbesar untuk pertama kalinya tahun ini, setelah membukukan pendapatan rekor 703 juta pound sterling pada tahun finansial 2024-2025. Meski demikian, masuknya Bezos dan penanammodal lainnya mendapat sambutan hati-hati dari suporter Liverpool.

Kelompok pendukung Spirit of Shankly meminta kejelasan dari klub dan mengingatkan perubahan sebelumnya dalam pengelolaan klub telah menghasilkan "keputusan dan perilaku nan tidak mau dilihat banyak orang di Liverpool". Pengajar senior bagian finansial olahraga di Loughborough University, Dan Plumley, menilai FSG belum mempunyai rencana dalam waktu dekat untuk melepas kendali penuh atas Liverpool.

"Jika Liverpool tetap kompetitif di Liga Primer dan Eropa, pendapatan dan valuasi mereka berpotensi terus tumbuh. Itu mungkin argumen FSG belum mau menjual seluruh sahamnya," kata Plumley.

Namun, dia memahami kekhawatiran suporter mengenai tujuan para penanammodal baru.

"Pertanyaan dari suporter adalah, 'apa nan diinginkan para penanammodal ini dari klub saya?' Biasanya ada untung investasi bagi mereka, terutama dengan langkah penanammodal AS beroperasi," ujarnya.

Plumley menambahkan, investasi di klub sepak bola Inggris juga dapat menjadi pengganti bagi penanammodal nan mau masuk ke pasar olahraga dengan biaya lebih rendah serta mempunyai kesempatan pertumbuhan dan jangkauan internasional nan besar. (E-4)

Selengkapnya