Ilustrasi(Dok Istimewa)
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program keberlanjutan nan berakibat luas bagi masyarakat. Upaya tersebut ditunjukkan dengan support edukasi pengelolaan sampah organik bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kegiatan berjalan di MPP Nyawiji, Wonogiri, Kamis, 23 Juli 2026.
Melansir Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Wonogiri, terdapat lebih dari 24 ribu SPPG beraksi untuk menjangkau masyarakat.
Dengan aktivitas operasional SPPG, terjadi timbulan sampah organik nan besar. Apabila tidak terkelola dengan baik, aktivitas ini justru berkontribusi terhadap timbulan sampah nan semakin tak terkendali.
"Kita perlu meminimalisir segala aspek resiko nan timbul dari adanya program MBG ini," jelas Sekretaris Daerah Wonogiri, FX Pranata.
Dalam kesempatan nan sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, Bahari mendorong SPPG kelola timbulan sampah.
Timbulan sampah adalah jumlah alias besaran sampah nan dihasilkan dari aktivitas manusia dan alam.
Timbulan sampah diukur dalam satuan berat (kilogram alias ton) alias satuan volume (meter kubik alias liter) per satuan waktu.
"Kami mendorong SPPG untuk mengelola timbulan sampah nan dihasilkan. Sampah tersebut diolah dan dimanfaatkan untuk menjadi lebih bernilai," jelas Bahari.
Mewakili Kalbe, Corporate Sustainability Assistant Manager SFD Arie Wibowo menjelaskan, sampah organik nan ditimbulkan dari aktivitas produksi makanan Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG dapat diolah menjadi beragam produk turunan nan tidak hanya mengurangi sampah tak terkelola, namun juga meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kalbe berbareng penduduk mengembangkan akomodasi pengolahan sampah berbasis lingkungan menggunakan maggot, di Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno. Dari akomodasi tersebut, telah dihasilkan sejumlah produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk. Kiranya dapat menjadikan buahpikiran bagi pengelola SPPG nan hendak mengelola sampahnya," jelas Arie.
Arie juga membujuk peserta untuk dapat belajar di akomodasi pengolahan sampah Kalbe.
"Kami membuka pintu seluas-luasnya kepada masyarakat nan hendak belajar di akomodasi pengolahan sampah Kalbe, nan ada di Dusun Sendang, Desa Watuagung, Baturetno," tambah Arie.
Sementara itu, Head of Corporate Sustainability Kalbe, Abi Nisaka menyebut program ini sebagai contoh praktis pengelolaan sampah nan berakibat kepada masyarakat.
"Kontribusi nan dilakukan Kalbe terhadap lingkungan menunjukkan komitmen Kalbe nan kuat terhadap lingkungan, untuk kehidupan nan lebih baik," jelas Abi. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·