Phoebe Bridgers(MI/HO)
PENYANYI, penulis lagu, sekaligus produser indie folk peraih empat penghargaan GRAMMY, Phoebe Bridgers, resmi merilis album solo ketiganya nan berjudul Lost Weekend melalui label Dead Oceans. Rilisan ini menjadi momen nan sangat dinantikan lantaran menandai kembalinya Bridgers sebagai solois setelah enam tahun sejak album terakhirnya.
Album nan berisi 16 lagu ini diluncurkan berbarengan dengan video musik untuk single utamanya, I Can't Wait. Disutradarai oleh Chris Maggio dan Pablo Rochat, video tersebut menyuguhkan visual surealis dan penuh warna nan menggambarkan kehidupan sehari-hari di Los Angeles. Saat ini, 'Lost Weekend' sudah dapat dinikmati di beragam platform streaming musik global.
Evolusi Musikalitas dan Kedewasaan Songwriting
Lost Weekend merepresentasikan fase paling matang dalam perjalanan pekerjaan Phoebe Bridgers. Meski tetap mempertahankan kekuatan narasi dalam penulisan lagu (songwriting) nan menjadi karakter khasnya, album ini mengeksplorasi elemen-elemen baru nan tak terduga, memperluas spektrum musik nan pernah dia hadirkan di karya-karya sebelumnya.
Perjalanan solo Bridgers dimulai lewat debut Stranger in the Alps, yang dirilis saat dia berumur 23 tahun. Namanya semakin melambung lewat album kedua, Punisher (2020), nan meraih beragam nominasi penghargaan GRAMMY dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penulis lagu paling berpengaruh di generasinya.
Profil Album: Lost Weekend
| Jumlah Lagu | 16 Lagu |
| Single Utama | I Can't Wait |
| Label Rekaman | Dead Oceans |
| Visual Khusus | Planetarium Dome & Laser Show |
Perayaan Global dan Antusiasme di Indonesia
Menjelang peluncuran, para fans di seluruh bumi merayakan kehadiran album ini melalui rangkaian global midnight listening events. Di Asia Tenggara, sesi mendengarkan album lebih awal ini mencapai kapabilitas penuh, termasuk di Indonesia nan diselenggarakan di Millers Records Jakarta dan Bali tepat pada hari perilisan.
Selain itu, Bridgers menghadirkan pengalaman unik dengan memperdengarkan albumnya di sejumlah planetarium. Sesi ini dipadukan dengan pagelaran dome karya ahli foto langit malam Babak Tafreshi alias pagelaran laser imersif dari Laser Fantasy, menciptakan atmosfer nan mendalam bagi para pendengar.
Jejak Prestasi dan Kolaborasi Strategis
Sebelum kembali ke proyek solo, Bridgers meraih kesuksesan besar berbareng boygenius, supergrup nan dia corak berbareng Lucy Dacus dan Julien Baker. Grup ini memenangkan beberapa penghargaan GRAMMY pada 2023, termasuk Best Alternative Music Album. Bridgers juga mengoleksi trofi GRAMMY keempatnya melalui kerjasama Ghost in the Machine bersama SZA.
Berikut adalah ringkasan pencapaian dan kerjasama Phoebe Bridgers dalam beberapa tahun terakhir:
| Total GRAMMY® Awards | 4 Penghargaan |
| Kolaborator Utama | Taylor Swift, SZA, Paul McCartney, The National, MUNA |
| Tur Terakhir | The Eras Tour (Opener), Reunion Tour (Solo) |
| Basis Pendengar | 4,1 Juta+ (Filipina & Indonesia masuk Top 10 Global) |
Tur Arena dan Era Baru
Kesuksesan Lost Weekend langsung terbukti dengan pengumuman tur arena sebanyak 45 tanggal di Amerika Utara, Inggris, Irlandia, dan Eropa. Tiket untuk seluruh rangkaian tur tersebut dilaporkan lenyap terjual hanya dalam hitungan jam setelah dibuka untuk umum. Fenomena ini menegaskan posisi Phoebe Bridgers sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri musik modern saat ini. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·