ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Euforia Piala Dunia 2026 begitu terasa di kalangan masyarakat, mengingat tingginya aktivitas menonton pertandingan sepak bola melalui TV. Sayangnya, arena Piala Dunia rupanya tidak memberi akibat signifikan terhadap para penjual set top box (STB) maupun TV nan ada di Pasar Glodok, Jakarta.
Sebagai informasi, STB adalah perangkat tambahan nan berfaedah untuk mengubah sinyal digital menjadi gambar dan suara. Dengan adanya STB, TV analog dapat menangkap sinyal dari siaran TV digital tanpa perlu membeli TV baru.
Salah satu pedagang elektronik di Harco Glodok, Iwan mengaku tidak banyak nan membeli STB di tempatnya. Pasalnya, saat ini kebanyakan orang sudah mempunyai TV digital setelah siaran TV analog dihentikan 2022 lalu.
"Enggak juga ya, sekarang udah pada beli TV digital itu, dulu waktu pertama (penghentian siaran TV analog) ya banyak. Kalau sekarang enggak begitu," ungkap Iwan saat ditemui oleh CNBC Indonesia, Senin (29/6/2026).
Bahkan, dia menyadari omzet penjualan peralatan elektronik lainnya pun anjlok. Para visitor sudah mulai jarang mencari peralatan elektronik secara langsung ke toko, mengingat saat ini banyak toko online nan menawarkan peralatan tersebut dengan nilai murah.
Melihat kondisi tersebut, Iwan pun mengurangi stok peralatan elektronik di tempatnya. Di samping itu, Iwan memandang, saat ini masyarakat condong memilih membeli perangkat elektronik nan bisa digunakan sehari-hari saja, seperti lampu bohlam.
Pada saat nan sama, Eko juga mengaku Piala Dunia 2026 tidak berpengaruh terhadap penjualan STB maupun TV di tempatnya. Sebab, barang-barang elektronik harganya tergolong volatil. Sebagai contoh, nilai DVD player ataupun TV bisa naik Rp 100-300 ribu.
"Sekarang arena Piala Dunia enggak ngaruh, (ketika ada arena Piala Dunia) dulu pasti banyak nan cari TV gede ini lah. Sekarang emang kan kena krisis juga mungkin ya, jadi udah enggak krusial (membeli TV baru)," jelas dia.
Meski demikian, Eko tetap memilih berdagang barang-barang elektronik secara offline di Glodok. Sebab, para visitor bisa memandang langsung barangnya dan meminimalisir akibat penipuan. Dia mengaku, jika menggunakan platform marketplace biaya adminnya tergolong mahal.
(dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·