PLN Berencana Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Jalan Tol Bali

6 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) di sepanjang jalur Tol Bali Mandara. Rencana tersebut seiring dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di jalur tol lainnya sebagai upaya tambahan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam negeri.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan rencana tersebut bakal memanfaatkan lahan di sisi kiri dan kanan jalur tol. Selain sebagai upaya mempercepat transisi energi, ini juga bakal menjadi daya tarik bagi visitor nan melintas. 

"Kami tambahkan juga dengan pembangkit listrik tenaga angin tetapi nan berbentuk cylindrical nan ini bukan hanya memproduksi daya dari angin tetapi juga menambah keelokan pemandangannya," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pembangunan unit PLTB berbentuk silinder tersebut bakal difokuskan di ruas Tol Bali Mandara nan juga bisa menonjolkan estetika area wisata. Menurutnya, PLTB di ruas tol tersebut dapat menjadi komitmen Indonesia terhadap pembangunan EBT nasional di mata dunia.

"Tentu saja ini bakal terlihat sekali kelak para turis nan mendarat di Pulau Bali terlihat sekali bahwa kita sudah melakukan transisi menjadi daya nan hijau," paparnya.

Selain di Bali, PLN juga membidik lahan di sepanjang 802 kilometer (km) jalan tol milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk pemasangan panel surya dalam skala besar. Penggunaan lahan seluas 400 hingga 500 hektar tersebut diproyeksikan bisa menghasilkan kapabilitas daya hingga 0,5 Giga Watt peak (GWp).

"Sebagai contoh jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 km andaikan di kedua sisi lebarnya sekitar 3 sampai 5 meter maka ada sekitar 400 sampai 500 hektar artinya ini ada 0,5 Giga Watt peak," tambahnya.

Proyek daya hijau di jalan tol itu juga bakal dikombinasikan dengan sistem penyimpanan daya baterai alias Battery Energy Storage System (BESS). Perusahaan memperkirakan total kapabilitas baterai nan bisa dihasilkan dari skema ini mencapai 1,5 Giga Watt hour (GWh) untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional.

"Tentu saja lantaran ini lahannya sangat murah sekali disediakan oleh negara kerja sama antar badan upaya milik negara ada nan dari ATR BPN dan selama ini tantangan utama dari program PLTS menggunakan baterai energy storage system ini adalah lahan," tuturnya.

Rencana itu juga dinilai sebagai solusi kompetitif untuk menurunkan biaya pokok penyediaan listrik. Melalui rencana tersebut, pihaknya berambisi dapat mengubah ketergantungan daya impor menjadi daya domestik nan lebih murah dan ramah lingkungan.

"Ini nan bisa mengubah tadinya daya impor menjadi domestik, daya fosil menjadi renewable energy, daya nan mahal menjadi lebih murah," tandasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya