Petugas membawa peralatan untuk proses ekshumasi jenazah Sutrimo nan diduga mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). Proses ekshumasi tersebut dilakukan oleh tim(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/hma)
POLDA Metro Jaya telah memeriksa 27 orang saksi mengenai kasus kematian seorang laki-laki berjulukan Sutrimo di depan klinik di area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan pemeriksaan bagian dari perkembangan terbaru.
Adapun saksi-saksi nan diperiksa ialah enam pengemudi ambulans dengan rincian dua pengemudi ambulans P3D, dua pengemudi nan menjemput korban dari letak kejadian ke RS Muhammadiyah, dua pengemudi nan mengantar jenazah dari RS Muhammadiyah ke Banyumas, serta satu pengemudi ambulans lainnya.
"‹Penyidik juga memeriksa tiga pihak rumah sakit nan terdiri atas dua petugas keamanan dan satu dokter, dua petugas pemandi jenazah, tujuh saksi di sekitar letak kejadian, tiga orang personil family almarhum, satu orang kawan almarhum, serta satu orang perangkat desa," papar Budi di Jakarta, Rabu (19/8).
Penyidik turut meminta keterangan mengenai dengan laporan di Bareskrim Polri. Pasalnya Kasus ini melibatkan dua laporan polisi, ialah di Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.
Budi menegaskan bahwa proses investigasi tetap berlangsung. Penyidik belum menetapkan tersangka lantaran tetap menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik mengenai proses ekshumasi jenazah alias pembongkaran makam Sutrimo.
"Hasil kajian Laboratorium Forensik tersebut diperkirakan keluar dalam kurun waktu satu hingga dua minggu sejak digelarnya proses ekshumasi, sebagaimana diestimasikan oleh Kepala Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Karodokpol) Brigjen Pol. Dr. Sumy Hastry Purwanti," papar dia.
Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) menurunkan tim campuran lintas disiplin pengetahuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo nan diekshumasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8). (Ant/H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·