Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah landasan pacu di Bandara Naha, Prefektur Okinawa bagian selatan, terpaksa ditutup selama berjam-jam pada hari Selasa. Insiden ini terjadi setelah sebuah jet tempur milik Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) mengalami kelumpuhan dan tidak bisa bergerak usai melakukan pendaratan.
Mengutip Japan Today, Rabu (19/8/2026), Kementerian Transportasi memastikan tidak ada korban luka dalam kejadian nan melibatkan jet tempur F-15 dari Pasukan Bela Diri Udara (ASDF) tersebut. Pesawat nahas itu diketahui bermarkas di Pangkalan Udara Naha nan letaknya berdekatan, di mana landasan pacu Bandara Naha selama ini memang digunakan secara berdampingan oleh pesawat sipil maupun armada SDF.
Menurut keterangan dari instansi perwakilan airport di bawah naungan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, Landasan Pacu B tempat F-15 itu mendarat kudu ditutup mulai sekitar pukul 12.55 waktu setempat. Penutupan darurat ini berjalan selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya operasi penerbangan dapat dilanjutkan kembali.
Selama proses pemindahan dan penutupan berlangsung, seluruh pesawat penumpang dialihkan untuk menggunakan Landasan Pacu A. Meskipun operasional airport tidak berakhir total, situasi darurat ini secara langsung memicu rentetan penundaan pada agenda kehadiran dan keberangkatan.
Berdasarkan keterangan dari sumber pemerintah, jet tempur tersebut diketahui baru saja kembali dari misi pencegatan sigap (scramble) sebelum akhirnya mendadak lumpuh di atas aspal. Pesawat F-15 itu terlihat miring ke sisi kiri akibat roda pendaratan utama di sebelah kirinya patah.
Pihak instansi airport membeberkan bahwa mereka langsung dihubungi oleh ASDF sesaat setelah pesawat tempur tersebut menyentuh tanah. Mereka langsung mendapat peringatan bahwa ada masalah teknis nan terjadi selama proses pendaratan. Pesawat tempur berbobot berat itu pada akhirnya kudu diangkat ke atas truk menggunakan derek besar untuk disingkirkan dari landasan pacu.
Gubernur Okinawa, Denny Tamaki, langsung angkat bicara kepada para wartawan mengenai kejadian tersebut. Ia mendesak dilakukannya penyelidikan nan sigap guna mengetahui penyebab pasti insiden, sekaligus menuntut adanya langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Sangat mengecewakan," tegasnya.
Sebagai informasi, Landasan Pacu B nan menjadi letak kejadian ini sebenarnya baru mulai beraksi sejak Maret 2020 lalu.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

52 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·