Polda Metro Jaya menangkap 21 orang nan membawa petasan hingga peledak molotov saat tindakan unjuk rasa di Jakarta.(Dok. Antara)
POLDA Metro Jaya menangkap 21 orang nan kedapatan membawa barang-barang berbahaya di tengah tindakan unjuk rasa nan berjalan di Jakarta pada Selasa (18/8). Penangkapan dilakukan oleh tim Preventive Strike dan Preemptive Education guna mencegah eskalasi kerusuhan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa puluhan orang tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Petugas menyita sejumlah peralatan bukti nan diduga bakal digunakan untuk memicu kericuhan.
"Saat ini 21 orang tersebut sedang dimintai keterangan mengenai barang-barang rawan seperti petasan, flare, dan botol nan dipersiapkan sebagai pemicu bom molotov," ujar Budi di Jakarta.
Berdasarkan hasil pendalaman awal, kepolisian mensinyalir bahwa mereka nan ditangkap tidak terafiliasi dengan golongan mahasiswa nan sedang berunjuk rasa. Budi menyebut mereka sebagai pihak luar nan beriktikad memanfaatkan situasi untuk memicu bentrok antara petugas dan peserta aksi.
Untuk mengawal jalannya 31 tindakan penyampaian pendapat dan 16 aktivitas masyarakat di wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya mengerahkan total 9.242 personel gabungan. Kekuatan ini terdiri dari 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Pengamanan difokuskan pada titik-titik krusial di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Selain mengawal demonstrasi, ribuan personel tersebut juga disiagakan untuk mengamankan rangkaian seremoni Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Terkait prosedur di lapangan, Budi menegaskan bahwa seluruh personel dilarang keras membawa senjata api. Hal ini sesuai dengan pengarahan Kapolda Metro Jaya dan Standar Operasional Prosedur (SOP) nan bertindak untuk menjamin pelayanan nan ahli dan humanis.
"Tidak boleh membawa senjata api dalam penyelenggaraan pelayanan penyampaian pendapat di muka umum. Kita menyampaikan secara ahli dan humanis," pungkasnya. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·