Potret 'Kuburan Mobil' di Negara Perang: Dirudal-Langsung Jadi Abu

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Ribuan kendaraan rusak dan dijarah tetap menjadi saksi bisu perang di Khartoum, Sudan. Lebih dari 92.000 kendaraan dilaporkan lenyap sejak bentrok pecah.

Mobil-mobil dengan lubang jejak peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berkuasa di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan nan ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil rampasan dari jalanan dan alun-alun publik. (REUTERS/El Ta

Ribuan kendaraan nan ditinggalkan, dijarah, dan rusak akibat perang tetap memenuhi beragam perspektif ibu kota Sudan, Khartoum, lebih dari setahun setelah militer Sudan sukses merebut kembali kota tersebut dari golongan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (RSF). Kondisi itu menjadi salah satu jejak paling nyata dari bentrok berkepanjangan nan melanda negara tersebut sejak 2023. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Mobil-mobil dengan lubang jejak peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berkuasa di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan nan ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil rampasan dari jalanan dan alun-alun publik.

Pihak berkuasa Sudan sekarang berupaya membersihkan kota dengan mengumpulkan kendaraan-kendaraan nan terbengkalai di jalan dan ruang publik. Juru bicara kepolisian, Fath Al-Rahman Muhammad Al-Toum, mengatakan lebih dari 92.000 laporan kendaraan lenyap telah diajukan oleh warga. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Mobil-mobil dengan lubang jejak peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berkuasa di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan nan ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil rampasan dari jalanan dan alun-alun publik.

Polisi juga sukses menemukan sekitar 650 kendaraan di Sudan Selatan dan lebih dari 100 kendaraan di Chad, sementara kendaraan lainnya terlacak hingga Niger dan Burkina Faso. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Sebuah mobil dengan lubang jejak peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berkuasa di Khartoum sedang mengumpulkan ribuan kendaraan nan ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil rampasan dari jalanan dan alun-alun publik.

Meski demikian, proses pemindahan kendaraan menghadapi beragam kendala, termasuk biaya operasional nan tinggi dan tantangan logistik. Direktur Eksekutif Wilayah Khartoum, Abdul-Moneim Bashir, menyebut upaya pembersihan kota melangkah lambat lantaran besarnya jumlah kendaraan nan kudu dievakuasi dari beragam lokasi. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Sebuah mobil terbengkalai di salah satu jalan di Khartoum, dengan tumbuh-tumbuhan tumbuh di bawahnya, di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berkuasa di Khartoum sedang mengumpulkan ribuan kendaraan nan terbengkalai, rusak, dan diduga hasil rampasan dari jalan-jalan dan alun-alun publik.

Bagi sebagian warga, upaya tersebut tetap membawa harapan. Talaat Sayed, nan kehilangan dua mobil selama bentrok berlangsung, berambisi kendaraannya dapat ditemukan kembali sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli nan baru. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Mobil-mobil dengan lubang jejak peluru di sebuah alun-alun di Khartoum, Sudan, 11 Juni 2026. Pihak berkuasa di Khartoum mengumpulkan ribuan kendaraan nan ditinggalkan, rusak, dan diduga hasil rampasan dari jalanan dan alun-alun publik.

Di sisi lain, para sukarelawan turut membantu pemilik kendaraan melalui media sosial untuk mengidentifikasi mobil nan ditemukan. Konflik nan pecah antara RSF dan militer Sudan sejak April 2023 telah menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan penduduk mengungsi, serta menyebabkan kerusakan luas pada prasarana dan kekayaan barang masyarakat. (REUTERS/El Tayeb Siddig)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya