Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyinggung posisi RI sebagai negara G20. Menurutnya, sebagai negara G-20, penduduk RI tidak boleh kelaparan.
"Dengan kebijakan tepat, nan rasional, nan menggunakan logika sehat, saya percaya pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai nomor 6%. Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya, pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," katanya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
"Pertumbuhan tinggi, tidak bisa dinikmati rakyat kita kebanyakan, tidak berfaedah bagi kita... Tiap rupiah, investasi, kudu menciptakan pekerjaan, kudu menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita terutama rakyat paling bawah," tambahnya.
"Itulah orientasi pemerintah nan saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan nan tidak berdaya, kelaparan di bumi Indonesia," jelasnya.
"Republik Indonesia, personil G20, apakah layak tetap ada rakyat nan lapar."
Perlu diketahui G20 adalah forum kerja sama ekonomi internasional nan beranggotakan 19 negara plus Uni Eropa (UE) dan Uni Afrika (UA). Selain Indonesia, UE dan UA, personil G20 antara lain Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat (AS).
G20 secara kolektif mewakili sekitar 85% perekonomian dunia, dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari US$100 triliun. G20 menguasai sekitar 75% perdagangan internasional dunia.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·