Prabowo Sebut Banyak Laba BUMN Melonjak Tajam

1 jam yang lalu 5
Prabowo Sebut Banyak Laba BUMN Melonjak Tajam Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyapa sejumlah legislator usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto membeberkan capaian signifikan keahlian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang semester pertama tahun 2026. Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8), Presiden menyoroti lonjakan untung bersih sejumlah perusahaan pelat merah, dengan PT Timah sebagai salah satu nan paling mencolok.

PT Timah sukses membukukan untung sebesar Rp2,7 triliun pada enam bulan pertama 2026. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 900% alias sembilan kali lipat dibandingkan periode nan sama pada tahun sebelumnya.

"Bayangkan, dalam enam bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai untung Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode nan sama tahun lalu," ujar Prabowo.

Lonjakan performa ini berakibat langsung pada valuasi pasar PT Timah sebagai perusahaan terbuka (Tbk). Per Agustus 2026, valuasi perusahaan tercatat meningkat 280% dibandingkan Agustus 2025. Presiden apalagi sempat berseloroh mengenai potensi untung bagi pemegang saham dan peran BP Danantara dalam memproyeksikan nilai perusahaan tersebut.

Rincian Kenaikan Laba BUMN Semester I 2026

Selain PT Timah, sejumlah BUMN dari beragam sektor juga mencatatkan pertumbuhan untung bersih nan signifikan pada paruh pertama tahun ini:

Nama BUMN Kenaikan Laba Bersih (%)
PT Semen Indonesia 408,9%
PT Pupuk Indonesia 252,8%
PT Pertamina 86%
Pegadaian 84,4%
Pelindo 60,4%
PTPN 54,4%

Pemulihan Garuda Indonesia

Presiden juga memberikan perhatian unik pada PT Garuda Indonesia. Setelah melewati masa susah dan proses reaktivasi pesawat nan sebelumnya tidak beraksi (grounded), maskapai nasional ini menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, sebanyak 20 pesawat tambahan telah diaktifkan kembali, sehingga total armada nan beraksi mencapai 140 unit.

Pemerintah memproyeksikan Garuda Indonesia bakal mulai membukukan untung secara konsisten pada awal 2027. Prabowo menyebut bahwa Garuda sebenarnya berkesempatan mencatat untung pada Juli 2026 jika tidak tersendat oleh akibat bentrok di Timur Tengah.

Transparansi dan Kontribusi Dividen

Dalam paparannya, Presiden menegaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil dari pembenahan tata kelola dan koreksi laporan finansial nan jujur. Pemerintah berkomitmen untuk tidak menoleransi manipulasi nomor alias laporan palsu.

Berdasarkan info nan telah dikoreksi, total untung BUMN pada 2024 tercatat sebesar Rp186 triliun dengan setoran dividen Rp85,5 triliun. Angka ini melonjak pada 2025 dengan total untung mencapai Rp326 triliun (naik 75,3%) dan dividen sebesar Rp142,3 triliun.

Indikator keberhasilan nan paling ditekankan adalah nilai dividen bersih setelah dikurangi Penyertaan Modal Negara (PMN). Pada 2024, dividen bersih tercatat Rp53 triliun, kemudian melonjak menjadi Rp138 triliun pada 2025. Untuk tahun 2026, pemerintah memproyeksikan dividen BUMN tanpa PMN bakal mencapai Rp200 triliun.

"Artinya, dari 2024 ke 2026 naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, alias bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400% meningkatnya tanpa PMN," pungkas Prabowo. (Mir/I-1)

Selengkapnya