Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah sukses menutup sekitar 1.000 titik tambang timah terlarangan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Adapun, penertiban tambang terlarangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghentikan praktik pertambangan tanpa izin nan berpotensi merugikan negara.
"Akhir tahun lampau kita telah tutup 1000 tambang timah terlarangan di Babel, 1000 tambang ilegal," kata Prabowo dalam Nota Keuangan & RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, dirinya telah meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut keberadaan serta aktivitas tambang terlarangan tersebut.
"Kapolri dan Panglima usut, untuk apa negara kasih pangkat kasih kedudukan jika mereka-mereka gak bisa tertibkan ini saya bicara atas rakyat ini wakil rakyat di sini," katanya.
Beberapa waktu lalu, Prabowo menyampaikan terdapat 1.000 tambang timah terlarangan di wilayah Bangka Belitung. Dengan begitu, dia memerintahkan TNI dan Polri serta Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk melakukan operasi besar-besaran di wilayah tersebut.
Mulanya Prabowo menyampaikan, bahwa Indonesia mengalami kerugian nan sistemik akibat ulah para koruptor. Di mana perihal itu membikin ratusan triliun duit negara lenyap tiap tahunnya.
"Sebagai contoh, di Bangka Belitung nan untuk cukup lama menjadi pusat tambang timah, terkemuka di dunia, itu terdapat 1.000 tambang ilegal, 1.000 tambang ilegal," tegas Prabowo dalam Musyawarah Nasional ke VI PKS, di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/9/2025).
(ven)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·