Sejumlah pengungsi duduk di letak pengungsian korban gempa bumi, Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026).(ANTARA FOTO/Mega Tokan)
MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keputusan mengenai kunjuntan korban gempa di Nusa Tenggara Timur oleh Presiden Prabowo Subianto tetap bakal memandang perkembangan situasi di lapangan.
"Nanti kita lihat situasinya ya, para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa lampau kita putuskan," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Prasetyo menjelaskan, sejumlah personil Kabinet Merah Putih telah berada di NTT untuk menangani akibat musibah gempa nan terjadi sebelumnya. Para pejabat tersebut juga menjalankan tugas di lapangan berbarengan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di antara pejabat nan berada di NTT ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial. Mereka ditugaskan untuk memantau kondisi sekaligus memastikan proses penanganan musibah melangkah dengan baik.
"Jadi, di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap kudu memastikan bahwa saudara-saudara kita nan kemarin pernah musibah itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," ujar Prasetyo.
Selain pejabat nan diterjunkan ke NTT, sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya juga menjalankan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di luar Jakarta. Prasetyo mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan nan memimpin upacara kemerdekaan di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kehadiran jejeran pemerintah di beragam wilayah tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan peringatan kemerdekaan sekaligus respons terhadap kondisi masyarakat nan terdampak bencana. Pemerintah memastikan penanganan korban gempa tetap menjadi perhatian meski agenda nasional peringatan HUT RI berjalan di beragam tempat. (P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·