loading...
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan Ad Hoc Khusus. Foto/SindoNews
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan Ad Hoc Khusus. Pengadilan itu bakal difungsikan mengusut dugaan pelanggaran nan dilakukan jejeran dewan perusahaan BUMN selama 30 tahun ke belakang.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Mulanya, Prabowo mengatakan, sejak Danantara dibentuk, ditemukan ada 1.074 perusahaan BUMN. Jumlah ini cukup mengejutkannya, karena Prabowo mengira jumlah perusahaan BUMN hanya sekitar 300-400 perusahaan. Prabowo mengatakan, perusahaan BUMN ini juga kadang melangkah tidak semestinya.
Baca juga: Banyak Menteri Sakit dan Pingsan, Prabowo: Bukti Kesungguhan Pemerintahan nan Saya Pimpin
"BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap. Saya tidak mengerti gimana bisa terjadi seperti ini," ujar Prabowo.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·