PPSU mempercantik box beton pembatas jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.(MI/Usman Iskandar)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tetap mempertimbangkan kebijakan mengenai keberadaan jalur sepeda di Jakarta. Ia menyatakan keputusan untuk mempertahankan, mengelola, alias menghapus jalur tersebut bakal diambil setelah mempertimbangkan beragam masukan masyarakat.
Pramono mengatakan terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat mengenai keberadaan jalur sepeda. Komunitas pesepeda, termasuk Bike to Work, condong meminta jalur sepeda tetap dipertahankan. Sebaliknya, sebagian masyarakat menilai jalur tersebut belum berfaedah optimal lantaran sering digunakan kendaraan bermotor.
“Memang ada usulan. Kalau usulannya dari organisasi sepeda, salah satunya Bike to Work, mereka sebenarnya meminta itu dipertahankan. Tapi usulan dari masyarakat merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan menggunakan motor,” kata Pramono di area Jakarta Selatan, Kamis (20/8).
Pramono menuturkan dirinya perlu berhati-hati sebelum menentukan kebijakan tersebut. Terlebih, dia juga merupakan pengguna sepeda sehingga tidak mau preferensi pribadinya memengaruhi keputusan sebagai kepala daerah.
Meski mempunyai kegemaran bersepeda, Pramono menegaskan keputusan mengenai jalur sepeda Jakarta bakal didasarkan pada pertimbangan kebijakan, bukan kepentingan pribadi.
“Supaya tidak terkesan bahwa lantaran saya kegemaran bersepeda, nggak mau menggunakan jalur itu lantaran memang langkah saya bersepeda menggunakan road bike, dan itu biasanya hari libur alias hari Sabtu pagi, jadi bakal saya putuskan kemudian mengenai perihal tersebut,” ujar Pramono.
DPRD DKI Minta Jalur Sepeda Dipertahankan
Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) meminta Pemprov DKI Jakarta tidak menghapus jalur sepeda di ibu kota.
Permintaan tersebut disampaikan setelah muncul usulan untuk menghapus jalur sepeda lantaran dinilai belum efektif. Salah satu persoalan nan menjadi sorotan adalah penggunaan jalur sepeda oleh kendaraan bermotor, terutama ketika lampau lintas memasuki jam sibuk.
Menurut MTZ, jalur sepeda tetap dibutuhkan sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan nan lebih ramah lingkungan. Keberadaannya juga dinilai dapat mendorong masyarakat menggunakan sepeda sekaligus menerapkan style hidup sehat.
Ia menilai sepeda mempunyai posisi krusial dalam sistem transportasi perkotaan lantaran tidak menghasilkan emisi polusi serta memberikan faedah bagi kesehatan masyarakat.
Dengan adanya perbedaan pandangan tersebut, keputusan Pemprov DKI Jakarta mengenai masa depan jalur sepeda tetap menunggu kajian dan pertimbangan lebih lanjut dari Gubernur Pramono Anung. (Ant/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·