Pramono: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata untuk Warga

59 menit yang lalu 1
 Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata untuk Warga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat bertindak sebagai pengawas Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di laman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8).(MI/Farhan)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa makna kemerdekaan kudu diwujudkan melalui kerja nyata agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Pramono saat bertindak sebagai pengawas Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di laman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8).

Menurut Pramono, kemajuan Jakarta kudu melangkah beriringan dengan pemerataan. Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 mencapai 5,52%, dengan kontribusi 16,32% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Sementara inflasi tercatat 2,5%.

“Pencapaian ini menjadi dorongan guna memastikan kemajuan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” kata Pramono.

Ia menyebut pembangunan diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, mengurangi ketimpangan, dan memastikan tidak ada penduduk nan tertinggal. Jakarta juga mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi nasional sebesar 85,05 pada 2025.

Untuk memperkuat pembangunan manusia, Pemprov DKI melanjutkan sejumlah program, mulai Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, padat karya hingga support terhadap Sekolah Rakyat.

“Kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas hidup kudu terbuka seluas-luasnya demi memutus rantai ketidakberuntungan,” ujarnya.

Di sektor transportasi dan infrastruktur, Pemprov DKI mendorong penyelesaian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua, Pedestrian Deck Dukuh Atas, pembangunan rumah sakit di eks lahan RS Sumber Waras, serta integrasi transportasi menuju Kepulauan Seribu.

Mulai 2027, pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu juga bakal dilakukan Transjakarta. Pemprov DKI sekaligus memperkuat integrasi transportasi di area JIS-Ancol dan melakukan penataan kota, termasuk pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said.

Di bagian lingkungan, Jakarta memperkuat pemilahan sampah dari sumber, optimasi TPS 3R, dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Pemprov DKI juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama sembilan tahun berturut-turut serta mendorong penemuan pembiayaan melalui obligasi daerah.

Pramono menegaskan semangat kemerdekaan saat ini diwujudkan melalui kerjasama dan pelayanan publik. “Merdeka berfaedah memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat merasa dilindungi, aman, nyaman, dan mempunyai rasa kepemilikan terhadap kotanya melalui semangat Jaga Jakarta,” tegasnya.

Semangat solidaritas juga diwujudkan melalui pengiriman tenaga kesehatan dan support kemanusiaan Rp3,8 miliar bagi korban musibah alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari sumbangan sukarela ASN Balai Kota.

Untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, Pemprov DKI memberlakukan tarif unik Transjakarta Rp8 serta menghadirkan intermezo cuma-cuma di Monas, Bundaran HI, Kota Tua, hingga Kepulauan Seribu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menambahkan, rangkaian kemeriahan HUT RI di Jakarta merupakan hasil kerjasama Pemprov DKI, BUMD, dan pemerintah pusat. 

“Sekitar 60% aktivitas kemeriahan rakyat dari HI hingga Monas kami dukung penuh sebagai corak kesiapan Jakarta menyongsong masa depan sebagai panggung dunia,” kata Rano. (P-4)

Selengkapnya