Bus Transjakarta.(Dok. Antara)
PENGGUNAAN transportasi umum di Jakarta terus menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat peningkatan jumlah pengguna Trans-Jakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penggunaan TransJakarta meningkat nyaris 15%. Sementara itu, pengguna MRT Jakarta tumbuh nyaris 23% dan LRT Jakarta sekitar 12%.
“Penggunaan transportasi umum terutama nan pertama adalah TransJakarta itu meningkat nyaris 15%, MRT meningkat nyaris 23%, kemudian LRT lebih sedikit 12%,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (11/8).
Menurut Pramono, peningkatan tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemprov DKI dalam menjaga keterjangkauan tarif transportasi publik.
Selain itu, Pemprov DKI memberikan jasa transportasi cuma-cuma bagi 15 golongan masyarakat.
“Kenapa ada peningkatan nan signifikan? Karena memang pertama tarifnya kita jaga, nan kedua 15 golongan kita berikan gratis,” ujarnya.
Pemprov DKI juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum. Setiap Rabu, seluruh ASN di lingkungan Pemprov DKI diminta menggunakan pikulan umum dalam menjalankan aktivitas.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menggeser kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Pramono mengatakan peningkatan tersebut semakin didukung oleh konektivitas transportasi Jakarta nan sekarang telah mencapai lebih dari 93%.
“Sekarang ini konektivitasnya sudah lebih dari 93% dan hanya dimanfaatkan dulunya hanya 23%, alhamdulillah sekarang sudah di atas 31%,” jelasnya. (H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·