Presiden Prabowo Pidato di Sidang Tahunan MPR, Titiek: Kalau Bisa Ngomongnya Lebih Panjang Lagi

1 jam yang lalu 2
 Kalau Bisa Ngomongnya Lebih Panjang Lagi Titiek Soeharto menilai Presiden Prabowo lebih banyak membaca teks saat pidato kenegaraan lantaran keterbatasan waktu. Ia juga mengapresiasi capaian swasembada pangan.(Antara)

KETUA Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto alias Titiek menyebut Presiden Prabowo tampak lebih banyak membaca teks daripada melakukan improvisasi saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI berbareng Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Politikus nan berkawan disapa Titiek Soeharto tersebut menilai terbatasnya waktu menjadi argumen utama Presiden Prabowo menyampaikan pidato secara terstruktur melalui teks.

"Kaitannya lantaran waktunya terbatas, ini kan pas hari Jumat. Jadinya mau Jumatan, jadi terbatas sekali. Kalau bisa sih pengen ngomongnya lebih panjang lagi gitu ya," ujar Titiek saat ditemui wartawan usai mengikuti Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Titiek mengapresiasi poin-poin capaian keahlian pemerintah nan dipaparkan oleh Presiden Prabowo, khususnya di sektor ketahanan pangan. Ia berterima kasih atas kemajuan pencapaian swasembada beras dan jagung nan disampaikan Presiden Prabowo. Menurutnya, konsentrasi Komisi IV DPR berbareng pemerintah ke depan adalah mempercepat pencapaian kemandirian pada komoditas pangan lainnya.

"Lebih banyak patut disyukuri ya, semuanya sudah disampaikan capaian-capaian nan sudah dilakukan oleh pemerintah. Misalnya dari komisi saya ya, dari swasembada beras dan jagung. nan mesti kita kejar lagi ke depan adalah swasembada kedelai dan bawang putih, secepat-cepatnya," kata Titiek. (Z-2)

Selengkapnya