Profesor Seni Budaya Nilai Sikap BTS terhadap Grammy adalah Tantangan bagi Segregasi Musik Non-Barat

59 menit yang lalu 3
Profesor Seni Budaya Nilai Sikap BTS terhadap Grammy adalah Tantangan bagi Segregasi Musik Non-Barat Profesor Lee Gyu-tag menilai keputusan BTS tidakhadir dari Grammy Awards.(Dok. The Korea Times)

KEPUTUSAN BTS untuk tidak mendaftarkan karya mereka ke Grammy Awards ke-69 dinilai bukan sekadar penolakan terhadap sebuah penghargaan, melainkan corak tantangan terhadap sistem musik dunia nan tetap memisahkan artis Barat dan non-Barat.

Lee Gyu-tag, guru besar studi budaya di George Mason University Korea, menilai langkah BTS menunjukkan perubahan posisi grup tersebut dalam industri musik internasional. Menurutnya, BTS sekarang telah berada pada level sebagai musisi dunia nan tidak lagi berjuntai pada pengakuan dari lembaga penghargaan seperti Grammy.

“Bagi BTS nan sudah menempati posisi musisi global, tidak ada argumen lagi untuk terpaku pada pengakuan Grammy nan memisahkan mereka dari panggung utama,” ujar Lee.

Menurut Lee, keputusan BTS dapat dibaca sebagai kritik terhadap kecenderungan industri musik Barat nan tetap mengelompokkan karya berasas wilayah dan bahasa. Pemisahan tersebut, kata dia, berpotensi menciptakan pemisah antara musik arus utama dan musik dari luar pasar Barat.

Pernyataan Lee muncul setelah Recording Academy memperkenalkan kategori baru untuk Grammy Awards ke-69, ialah Best Asian Pop Music Performance. Kategori tersebut ditujukan bagi karya nan berakar dari pasar Asia dan menggunakan bahasa Asia secara signifikan.

Meski BTS tidak secara langsung menyebut kategori baru tersebut sebagai argumen keputusan mereka, langkah tidak mendaftarkan karya tahun ini dianggap berangkaian dengan kebijakan tersebut.

Melalui pernyataan berbareng di akun IG pribadi mereka, ketujuh personil BTS menyampaikan angan agar musik dapat diterima tanpa batas wilayah maupun bahasa. Mereka menekankan bahwa karya seni semestinya tidak “disekat” berasas identitas geografis.

Bagi Lee, sikap BTS memperlihatkan bahwa grup tersebut tidak lagi berada dalam posisi sebagai pendatang nan mengejar pengesahan dari industri musik Barat. Setelah meraih pengaruh dunia dan tampil di beragam panggung internasional, BTS dianggap telah mempunyai kekuatan untuk mempertanyakan sistem nan selama ini menjadi tolok ukur kesuksesan musisi.

Sebelumnya, BTS memang menjadikan Grammy sebagai salah satu sasaran terbesar dalam pekerjaan mereka. Pada periode 2021 hingga 2023, grup asal Korea Selatan itu mengoleksi lima nominasi Grammy melalui lagu-lagu seperti “Dynamite” dan “Butter”, namun belum sukses memenangkan penghargaan tersebut.

Kini, keputusan BTS justru memunculkan obrolan nan lebih luas mengenai posisi musik Asia di industri global. Bagi Lee, langkah tersebut menjadi simbol bahwa musisi non-Barat tidak lagi hanya mengejar pengakuan dari panggung internasional, tetapi juga mulai mempertanyakan patokan dan kategori nan membentuk panggung tersebut. (The Korea Times/Z-10)

Selengkapnya