Program Jamula Dorong Ekonomi hingga Pelosok Desa di Lamongan

47 menit yang lalu 1
Program Jamula Dorong Ekonomi hingga Pelosok Desa di Lamongan Bupati Yuhronur Efendi berbareng Wabup Dhirham Akbar Aksara melakukan sidak jalan program Jamula di sejumlah kawasan.(MI/M Yakub)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp68,3 miliar dalam APBD 2027 untuk melanjutkan program pembangunan Jalan Mantab dan Alus Lamongan (Jamula). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat hingga pelosok desa.

Anggaran tersebut bakal digunakan untuk pembangunan dan peningkatan 30 ruas jalan, pembangunan dua jembatan, serta penanganan sembilan titik gorong-gorong. Jamula merupakan salah satu dari 11 program prioritas Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berbareng Wakil Bupati Dhirham Akbar Aksara.

Bupati Yuhronur mengatakan pembangunan prasarana jalan menjadi bagian krusial dalam meningkatkan konektivitas dan memperlancar pengedaran hasil ekonomi masyarakat. Perbaikan jalan juga ditujukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.

“Termasuk sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan,” kata Yuhronur saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) jalan di Kecamatan Sugio.

Menurut dia, pembangunan prasarana tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga memberikan akibat terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah perdesaan.

Dampak tersebut dirasakan penduduk Sugio. Mahrus, 36, mengatakan keberadaan program Jamula sejak periode pertama pemerintahan Yuhronur Efendi memberikan faedah bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas ekonomi.

“Perekonomian makin membaik lantaran hasil-hasil pertanian dapat dijual tanpa hambatan kerusakan jalan. Kami sangat berterima kasih dengan adanya program pembangunan jalan nan melangkah secara nyata,” ujar Mahrus.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan Sugeng Widodo mengatakan Pemkab Lamongan telah menyiapkan anggaran Rp68,3 miliar untuk pembangunan dan peningkatan prasarana jalan pada 2027.

Dari anggaran tersebut, penanganan mencakup 30 ruas jalan antarkecamatan dengan total panjang 34,7 kilometer. Selain itu, pemerintah bakal menangani dua jembatan dan sembilan gorong-gorong.

Beberapa ruas nan menjadi sasaran antara lain Gembong-Dempel di Kecamatan Maduran, Soko-Karangbinangun, Deket-Soko, Sugio-Kedungdadi, Sumberwudi-Maduran, serta Nguwok-Tlanak.

Pekerjaan tersebut meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 19,20 kilometer dan pemeliharaan berkala sepanjang 15,50 kilometer. Untuk jembatan, pemerintah menargetkan penggantian sepanjang 1.500 meter dan rehabilitasi sepanjang 500 meter.

Sugeng mengatakan program Jamula juga telah menyasar sejumlah ruas strategis pada tahun sebelumnya. Sebanyak 56 ruas jalan dengan total panjang sekitar 40 kilometer telah masuk dalam program peningkatan infrastruktur.

Pekerjaan dilakukan melalui sejumlah metode, antara lain pelebaran, pengecoran, hingga pengaspalan, sesuai kondisi masing-masing ruas jalan. “Dan untuk anggaran 2026 sudah dalam proses semuanya, ada nan sudah 100% selesai, tetap proses pengecoran, nyaris agregat, juga proses penghitungan,” ujar Sugeng. 

Pemkab Lamongan menilai keberlanjutan Jamula diperlukan untuk memperkuat akses antarwilayah. Infrastruktur jalan nan semakin baik diharapkan memudahkan mobilitas warga, mempercepat pengedaran hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi bagi masyarakat di wilayah pelosok.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah wilayah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan prasarana nan langsung bergesekan dengan kebutuhan masyarakat. (E-2)

Selengkapnya