Para peternak unggas Boyolali gelar demo protes nilai pakan tinghi di tengah nilai ayam dan telur nan terus ambruk tajam.(MI/Widjajadi)
GELOMBANG protes peternak ayam di Jawa Tengah terus meluas. Di area Bundaran Tugu Jagung, Boyolali, pada Senin (10/8), ratusan peternak unggas menggelar tindakan bagi-bagi ayam secara cuma-cuma kepada masyarakat dan pejabat setempat sebagai corak kekecewaan atas tingginya nilai pakan nan tak kunjung terkendali.
Para peternak mendatangi sejumlah instansi dinas untuk menyerahkan ayam hasil budi daya mereka. Tiga kepala dinas, ialah Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Dinas Ketahanan Pangan (DKP), dan Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, menerima langsung pemberian ayam tersebut di tengah tindakan tenteram nan berlangsung.
Dalam tindakan tersebut, beragam poster dan spanduk bersuara protes dibentangkan, di antaranya bertuliskan "Harga Pakan Tidak Terjangkau", "Pakan Mahal Bisa Bangkrut", hingga tuntutan untuk segera membentuk Kementerian Peternakan. Mereka juga mendesak Presiden untuk turun tangan mengatasi monopoli impor bahan baku pakan seperti Bungkil Kacang Kedelai (BKK) dan Meat Bone Meal (MBM).
"Ini tindakan protes murni dari Paguyuban Peternak Boyolali Bersatu. Kami berada dalam posisi terhimpit. Harga bahan baku melambung tinggi, sedangkan nilai jual rendah. Kalau tidak ada solusi, peternak mini bisa musnah dari bumi Boyolali," tegas Ketua Paguyuban Peternak Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo.
Kesenjangan Harga Pakan dan Harga Jual
Berdasarkan info para peternak, kenaikan nilai pakan melonjak drastis dalam enam bulan terakhir, dengan kenaikan berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram. Saat ini, nilai jagung di tingkat peternak mencapai Rp7.200 per kg, jauh di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah nan sebesar Rp5.500 per kg.
Kondisi ini diperparah dengan naiknya nilai Bungkil Kacang Kedelai (BKK) nan mencapai Rp10.000-Rp11.000 per kg, dari nilai normal di kisaran Rp8.600 per kg. Padahal, jagung merupakan komponen utama pakan nan menyerap 50% biaya produksi.
Perbandingan Harga & Kerugian Peternak:
- Harga Telur (Pasar): Rp18.500/kg (HPP Pemerintah: Rp26.500/kg)
- Harga Ayam Broiler: Rp12.000/kg
- Harga Ayam Afkir: Rp12.000 - Rp15.000/kg
- Estimasi Kerugian Telur: Rp8.000/kg
Kahono, salah satu peternak ayam pedaging, mengeluhkan kondisi nan serba salah. "Dijual rugi, dipertahankan juga rugi lantaran biaya makan tinggi. Di semua lini kami terjepit," ujarnya. Ironisnya, banyak peternak dengan populasi di bawah 2.000 ekor sekarang sudah mulai gulung tikar.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi tindakan tersebut, Plt Kepala Disnakkan Boyolali, Ahmad Gojali, menyatakan bakal segera membawa aspirasi para peternak kepada Bupati Boyolali, Agus Irawan, serta meneruskannya ke tingkat provinsi dan Kementerian Pertanian.
"Kalau tidak ada solusi cepat, mungkin sampai Desember bisa tutup semua. Kami bakal teruskan aspirasi ini ke Pak Bupati hingga kementerian terkait. Harapan kami ada solusi secepatnya agar peternak bisa terus bertahan," pungkas Gojali. (WJ/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·