Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan pendanaan program sawit rakyat dan program danasiwa kelapa sawit dengan 9 perguruan tinggi.
"Kami mengapresiasi penandatanganan kerjasama tiga pihak antara sawit rakyat dengan BPDP, Bank Penyalur dan lima kelembagaan pekebun," kata Airlangga saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Airlangga menjelaskan program sawit rakyat (PSR) sejak 2017 hingga Juli 2026 sudah terealisasi 427.441 hektare dengan total biaya Rp12,14 triliun dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 1 juta orang.
Dirinya juga mengatakan program PSR ini sejalan dengan program biodiesel B50 nan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli nan lalu.
"Kebijakan ini meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 menjadi 18 juta, sehingga program PSR ini menjadi krusial lantaran untuk meningkatkan produktivitas daripada sawit," ujarnya.
Adapun keahlian BPDP dinilai Airlangga lantaran tugasnya adalah menghimpun biaya untuk membiayai aktivitas daripada program ketahanan daya melalui biodiesel B50.
BPDP juga telah mendorong kerjasama untuk memberikan danasiwa dengan 9 perguruan tinggi. Beasiswa ini ditargetkan untuk 5 ribu mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia.
"Mitra nan tercatat adalah 42 dari Aceh hingga Papua dan danasiwa diberikan kepada 5 ribu daripada mahasiswa. Tadi kami memberikan tantangan dimana dari danasiwa 5 ribu ini kudu bisa ditingkatkan 4 kali menjadi 20 ribu," katanya.
"Sehingga tentu ini menjadi krusial terutama untuk meningkatkan produktivitas di sawit."
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

11 jam yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·