PU Bikin Target Waktu Perjalanan 100 Km Cuma 2,1 Jam

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga menegaskan bahwa konektivitas jalur utama maupun wilayah di seluruh Indonesia bakal terus ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2025-2029).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizal menuturkan, cakupan pekerjaan prioritas fase utama nan menjadi konsentrasi oleh Ditjen Bina Marga adalah peningkatan konektivitas jalan pada jalur utama dan aksesibilitas wilayah tertinggal serta perbatasan. Pekerjaan prioritas ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional nan ditopang dengan sasaran dan sasaran parameter tertentu.

Dalam konteks tersebut, pemerintah menargetkan waktu tempuh pada jalur utama jaringan jalan nasional sebesar 1,80 jam per 100 kilometer. Berikutnya, kondisi mantap jalan nasional ditargetkan mencapai 97%, sedangkan jalan provinsi sebesar 73%, jalan kabupaten sebesar 61%, dan jalan kota sebesar 83,60%.

"Tingkat aksesibilitas jalan jalur utama wilayah tertinggal dan perbatasan sebesar 2,67 km per 100 km persegi. Sedangkan sasaran parameter output tahun 2027 ialah prasarana jalan perkotaan nan dibangun sepanjang 113 km kumulatif dan jalan tol beraksi sepanjang 2.353 km kumulatif. Target waktu tempuh dan jalan tol beraksi dicapai melalui pembangunan jalan tol nan dilaksanakan melalui investasi dan support jalan tol melalui APBN," ungkap dia dalam Agenda Komisi V DPR RI RDP dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (1/7/2026).

Rizal bilang, upaya peningkatan kualitas jalan provinsi, kabupaten, dan kota dilaksanakan pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Selanjutnya, Bina Marga turut mengampu program prasarana konektivitas dengan sasaran strategis ialah peningkatan keahlian pelayanan prasarana konektivitas jalan.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (1/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

Peningkatan keahlian tersebut diukur melalui parameter waktu tempuh dengan sasaran tahun 2027 sebesar 1,8 jam per 100 km untuk jalur lintas utama. Adapun parameter waktu tempuh untuk jaringan jalan nasional adalah 2,10 jam per 100 km.

Lebih rinci, Ditjen Bina Marga menyatakan penyelenggaraan program ini difokuskan pada tiga sasaran utama. Pertama, meningkatnya keahlian pelayanan jalan nasional melalui pembangunan dan per separasi jalan nasional dengan parameter tingkat aksesibilitas jalan sebesar 2,67 km per 100 km persegi, tingkat kondisi prasarana jalan sebesar 95,53%, prasarana jalan perkotaan nan dibangun sepanjang 113 km serta presentasi jalan nasional nan berkeselamatan sebesar 80%.

Kedua, adanya peningkatan keahlian pelayanan jalan tol pengaturan pengusahaan dan pengawasan jalan tol dengan parameter panjang jalan tol beraksi sebesar 2.383 km pada tahun 2027.

Ketiga, terdapat peningkatan keahlian pelayanan jalan wilayah melalui pembinaan dan support pembangunan jalan wilayah dengan parameter tingkat pencapaian keahlian peningkatan konektivitas jalan wilayah sebesar 100% nan pelaksanaannya tergantung pada anggaran on top nan diterima Dirjen Bina Marga pada tahun rencana berjalan.

Rizal meneruskan, pihaknya telah mempunyai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 sebagai tahun ketiga penyelenggaraan RPJMN 2025-2029 nan mengusung tema percepatan pertumbuhan berbobot melalui produktivitas, investasi, dan industri. Kontribusi Ditjen Bina Marga diarahkan untuk mendukung beragam program prioritas seperti penyediaan konektivitas jalan nan andal dan terintegrasi agar dapat membuka akses antarwilayah, lancar arus peralatan dan biasa, serta mempercepat mobilitas masyarakat secara efisien dan berkelanjutan.

Pencapaian prioritas nasional, terutama dalam agenda produktivitas, investasi, dan industri dilaksanakan Ditjen Bina Marga melalui delapan klaster program kerja prioritas nasional (PKPN). Asal tahu saja, PKPN merupakan penajaman program strategis pemerintah nan berfokus pada delapan klaster utama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, produktivitas, investasi, dan industri nan terdiri dari kedaulatan pangan, kemandirian daya dan air, pendidikan, kesehatan, penurunan kemiskinan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, dan ekonomi kerakyatan dan desa.

Dari delapan klaster PKPN tadi, Ditjen Bina Marga berkontribusi pada klaster kedaulatan pangan melalui pengembangan area pangan terintegrasi. Selain itu, Ditjen Bina Marga terlibat pada klaster infrastruktur, perumahan, dan ketahanan musibah melalui Giant Sea Wall, rehabilitasi dan rekonstruksi pasca musibah Sumatera, dan pengembangan jaringan kereta api nasional, serta klaster ekonomi, kerakyatan, dan desa melalui percepatan pembangunan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya