Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 nan digelar Bank Indonesia (BI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya berbareng istrinya tampak berbelanja sejumlah produk upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nan dipamerkan.
Purbaya mengaku terkesan dengan kualitas produk UMKM nan ditampilkan dalam arena tahunan tersebut. Menurutnya, produk-produk nan dipamerkan merupakan hasil kurasi sehingga mempunyai kualitas nan sangat baik.
"Ini produksinya kan bagus-bagus. Ini kan sudah pilihan ya," kata Purbaya saat ditemui di sela acara.
Ia apalagi mengaku berencana kembali mengunjungi pameran tersebut pada hari berikutnya untuk berbelanja lebih banyak produk UMKM.
"Saya enggak tahu ini adalah nan dulu di-arrange sama BI, sekarang juga sama rupanya. Biasanya jika ada aktivitas BI seperti ini saya datang beli banyak. Nanti besok juga kembali lagi," ujarnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan pelaku UMKM di aktivitas Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta International Convention Centre (JICC) Jakarta 20-23 Agustus 2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan pelaku UMKM di aktivitas Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta International Convention Centre (JICC) Jakarta 20-23 Agustus 2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
BI Gandeng 27 K/L dan Libatkan Ribuan UMKM
Sebagai informasi, Bank Indonesia kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing UMKM nan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan KKI tahun ini mengusung tema "Mesare Sare" nan berfaedah berkekuatan bersama-sama.
Menurut Destry, tema tersebut mencerminkan semangat kerjasama seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong UMKM Indonesia menjadi lebih kuat, sehat, dan berkekuatan saing.
"Dari temanya mencerminkan mari kita berkekuatan bersama-sama untuk meningkatkan UMKM Indonesia nan sehat dan kuat dan mempunyai daya saing," ujar Destry.
KKI 2026 diselenggarakan melalui kerjasama BI dengan 27 kementerian dan lembaga. Ajang ini diikuti oleh 550 UMKM secara langsung dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring dari beragam sektor, mulai dari fesyen, makanan dan minuman, hingga kopi nan menjadi salah satu produk unggulan Indonesia.
UMKM Jadi Penopang Ekonomi Nasional
Destry menegaskan penguatan UMKM menjadi semakin krusial di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik dunia nan tetap berlangsung.
Menurutnya, UMKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia dengan jumlah pelaku mencapai sekitar 64 juta usaha. Sektor ini menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Karena itu, BI terus mendorong sinergi dengan beragam pihak, termasuk sektor perbankan, untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
"Kita bakal membujuk sinergi optimal sehingga UMKM bisa naik kelas dan menyerap lapangan kerja," kata Destry.
Selain pembiayaan, BI juga mendukung pengembangan UMKM melalui program business matching nan mempertemukan pelaku upaya dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
BI juga memperkuat literasi ekonomi dan finansial inklusif serta mendorong penerapan prinsip keberlanjutan agar UMKM Indonesia bisa bersaing di pasar global.
"Kami mau membujuk seluruh pihak memperkuat kerjasama dalam membangun UMKM di Indonesia, sehingga mempunyai daya saing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga global," pungkas Destry.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

12 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·