Purbaya Janji APBN Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Ucap Ini ke Siswa

57 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan support APBN untuk program Sekolah Rakyat nan merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menghadirkan akses pendidikan nan berbobot bagi anak-anak dari family nan membutuhkan. Dan juga untuk membangun angan bakal generasi nan cerdas, berkekuatan saing, dan bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya berlokasi di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (1/8/2026).

"Saya diperintah menyediakan anggaran Sekolah Rakyat. Belajarnya nan semangat ya, biar jadi menteri, biar jadi orang kaya," kata Purbaya dalam keterangannya.

Purbaya pun menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto nan bertujuan memperluas akses pendidikan berbobot bagi anak-anak Indonesia.

Dia pun berambisi kesempatan belajar nan diperoleh para siswa melalui Program Sekolah Rakyat dapat menjadi bekal meraih masa depan nan lebih baik. Serta meningkatkan mobilitas sosial melalui pendidikan.

"Jadi ini Program Pak Prabowo. Semoga adik-adik jadi orang pintar. Jangan malas belajar ya," ucapnya.

"Fasilitas sekolah ini kudu betul-betul dimanfaatkan dengan baik," tambah Purbaya.

Dalam kunjungan itu, Purbaya berinteraksi langsung dengan para siswa dan menyampaikan salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan kesiapan anggaran agar program tersebut dapat melangkah optimal.

Dijelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare (ha) dengan nilai perjanjian pembangunan sebesar Rp3,52 triliun dan pagu anggaran sebesar Rp3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran pembangunan telah mencapai Rp3,21 triliun.

Sekolah tersebut dirancang dengan konsep pendidikan terintegrasi nan menggabungkan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu area pendidikan.

Selain mengikuti aktivitas belajar mengajar, para siswa juga tinggal di pondok nan dilengkapi beragam akomodasi pendukung untuk menunjang proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

Pada tahun aliran 2026/2027, SR Terintegrasi 2 Kota Surabaya menampung 270 peserta didik, terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 120 siswa jenjang SMP, dan 120 siswa jenjang SMA, termasuk 98 siswa kelas XI.

Seluruh peserta didik diseleksi melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bagian dari upaya menjangkau anak-anak dari keluarga kurang bisa secara tepat sasaran. Proses belajar-mengajar didukung oleh 131 tenaga pendidik, nan terdiri dari 41 guru, 37 wali asuh, 10 wali asrama, dan 43 tenaga pendukung lainnya untuk mendampingi keseharian peserta didik di lingkungan asrama.

"Kunjungan Pak Menkeu memberikan semangat kepada para siswa, guru, dan tenaga pendidik. Sarananya juga begitu bagus, maka angan kami semoga sukses untuk
program SR ini," kata Kepala Sekolah SR Terintegrasi 2 Kota Surabaya Prapti Wardani.

Menkeu Kunjungi Sekolah Rakyat Surabaya, Pastikan  Asrama dan Kelas Layak Guna . (Dok Kemenkeu)Menkeu Kunjungi Sekolah Rakyat Surabaya, Pastikan Asrama dan Kelas Layak Guna . (Dok Kemenkeu) Foto: Menkeu Kunjungi Sekolah Rakyat Surabaya, Pastikan Asrama dan Kelas Layak Guna . (Dok Kemenkeu)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya