Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak segan bakal memecat anak buahnya nan ketahuan terlibat dalam pengemplangan pajak.
Menurutnya, adanya anak buah nan terlibat membikin penerimaan pajak nan menjadi sumber penerimaan negara menjadi terhambat.
"Iya Iya dalam waktu dekat dipecatin," ujarnya saat ditanya pewarta soal tindakan terhadap anak buah nan terlibat pengemplangan pajak di kantornya, Jakarta pada Jumat (28/8/2026).
Salah satunya adalah kasus pengemplangan perusahaan baja China nan diindikasi ada keterlibatan 'orang dalam'.
"Fakta bahwa ada perusahaan seperti itu puluhan tahun beraksi dan gak ketahuan berfaedah ada nan main memang," ujar Purbaya saat ditanya pewarta apakah ada orang dalam pajak nan ikut mengemplang pajak.
Purbaya juga mengaku telah mengantongi nama nan terindikasi bermain-main dengan urusan pajak dan merugikan negara.
"Yang lapor gak ada tapi tahu sih kira-kira ada nan main siapa aja," imbuhnya.
Purbaya pun mengaku perusahaan baja melakukan pengemplangan pajak di beragam jenis, mulai dari pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPn), hingga pajak impor. Dirinya pun menegaskan bakal membereskan kasus tersebut.
Purbaya sendiri beberapa waktu lampau melakukan sidak salah satu dari tiga perusahaan baja asal China nan kedapatan mengemplang pajak dengan langkah tidak bayar pajak pertambahan nilai (PPN).
Dari hasil sidak nan Purbaya pada Kamis (5/2/2026), DJP menemukan potensi kerugian negara dari dugaan tindak pidana perpajakan nan sedang disidik tersebut mencapai sekitar Rp 583,36 miliar.
Nilai kerugian itu termasuk tindakan serupa nan dilakukan tiga perusahaan baja china nan saling terafiliasi, yaknii PT PSI, PT PSM, dan PT VPM.
(ras/mij)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·