Rafael Grossi Sebut PBB Bak Macam Ompong, Ini Alasannya

1 jam yang lalu 3
Rafael Grossi Sebut PBB Bak Macam Ompong, Ini Alasannya Gedung Majelis Umum PBB, New York, AS.(Antara)

BAGI Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya dalam sebuah tulisan nan diterbitkan, Kamis (13/8), mengatakan bahwa organisasi internasional tersebut semakin kehilangan relevansi dan perlahan-lahan menuju kematian.

"Saya tidak memandang PBB dalam ancaman kematian dalam waktu dekat... Saya melihatnya lebih sebagai semacam kematian nan perlahan. PBB telah bergerak menuju ketidakrelevanan... tanpa memberikan kontribusi nan berfaedah terhadap krisis dan perang antarnegara nan terjadi baru-baru ini," katanya kepada Financial Times.

Grossi berbincang mengenai "rasa frustrasi" atas buruknya hasil nan dicapai organisasi tersebut di beragam bagian lainnya, khususnya persoalan sosial dan upaya memerangi perubahan iklim.

Para personil Dewan Keamanan PBB tengah melakukan pemungutan bunyi pembukaan untuk memilih kandidat Sekretaris Jenderal dan merekomendasikan kepada Majelis Umum PBB, nan berasas Piagam PBB secara resmi mengangkat Sekretaris Jenderal. Masa kedudukan kedua dan terakhir Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, berhujung pada 31 Desember 2026.

Pada 31 Juli, Wakil Tetap Republik Demokratik Kongo untuk PBB sekaligus Presiden Dewan Keamanan PBB Zenon Mukongo Ngay mengatakan bahwa putaran pertama pemungutan bunyi tertutup terhadap kandidat Sekretaris Jenderal telah selesai.

Terdapat tujuh kandidat nan mencalonkan diri untuk kedudukan tersebut, ialah Michelle Bachelet dari Chile, Maria Fernanda Espinosa Garces dari Ekuador, Rafael Mariano Grossi dari Argentina, Rebeca Grynspan Mayufis dari Kosta Rika, Olara Otunnu dari Uganda, Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana, dan Macky Sall dari Senegal. (Ant/P-3)

Selengkapnya