Jakarta, CNN Indonesia --
Dua pemain dobel putra, Rahmat Hidayat dan Muh Putra Erwiansyah terkena degradasi dari Pelatnas Cipayung PBSI.
Berdasarkan keputusan PP PBSI, Rahmat dan Putra tidak lagi jadi bagian dari Pelatnas PBSI per 1 Agustus. Mereka terkena degradasi berasas pertimbangan pertengahan tahun nan dilakukan oleh PBSI.
"PP PBSI mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk Rahmat Hidayat dan Muh Putra Erwiansyah atas kerja keras, dedikasi dan prestasi selama di pelatnas PBSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Per 1 Agustus 2026, Rahmat dan Putra resmi meninggalkan markas besar bulutangkis di Cipayung berasas surat keputusan degradasi PP PBSI."
"Kami mendoakan nan terbaik untuk Rahmat dan Putra di langkah-langkah selanjutnya. Tetap semangat," tulis PBSI dalam pengumumannya.
Semasa aktif bermain, Rahmat pernah berpasangan dengan sejumlah pemain papan atas PBSI. Rahmat pernah bermain dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo, Muhammad Rian Ardianto, dan Yeremia Rambitan.
Namun dari deretan racikan tersebut, Rahmat tidak bisa meraih prestasi nan impresif. Ia kesusahan menembus posisi 20 besar dunia.
Sedangkan Putra sempat meraih lencana perak Kejuaraan Dunia Junior 2022 berbareng Patra Harapan Rindorindo. Namun sejak naik ke level senior, Putra tidak bisa menunjukkan perkembangan permainan nan memuaskan.
(ptr/sry)

1 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·