Raksasa Nuklir Asia Ngamuk! Rudal Meluncur, Korban Jiwa Berjatuhan

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan keamanan Pakistan meluncurkan operasi darat dan serangan udara presisi di sepanjang perbatasan Pakistan-Afganistan nan menewaskan sedikitnya 29 milisi bersenjata pada hari Minggu. Operasi militer berskala besar ini digelar sebagai respons langsung atas serangkaian tindakan teror mematikan nan mengguncang beragam wilayah di negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Mengutip laporan Al Jazeera, senin (29/6/2026), Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengonfirmasi bahwa jet tempur militer mereka sukses menghancurkan tiga sasaran utama golongan bersenjata di provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar nan terletak di wilayah timur Afganistan. Operasi udara unik ini membidik langsung jaringan persembunyian serta tempat perlindungan kondusif bagi golongan militan Taliban Pakistan (TTP) dan sekutunya.

"Tiga sasaran di Paktia, Paktika, dan Kunar sukses dihancurkan selama serangan presisi," ungkap Tarar melalui akun media sosial X miliknya.

Namun, jalannya operasi militer ini langsung memicu protes keras dari pihak Kabul, di mana Wakil Juru Bicara Pemerintah Taliban Afganistan Hamdullah Fitrat mengeklaim bahwa serangan udara Pakistan tersebut telah menewaskan sedikitnya 36 penduduk sipil dan melukai 163 orang lainnya.

Agresi lintas pemisah ini meletus tepat satu hari setelah golongan gerilyawan bersenjata senapan dan bahan peledak menyerang markas regional pasukan paramiliter Rangers di kota pelabuhan Karachi pada hari Sabtu, nan menewaskan tiga tentara.

Dalam kejadian berdarah di Karachi tersebut, pasukan keamanan setempat sukses menembak meninggal tiga pelaku di tempat dan menangkap satu penyerang lainnya nan terluka parah, di mana militer Pakistan mengidentifikasi tawanan tersebut sebagai penduduk negara Afganistan.

Kelompok Jamaat-ul-Ahrar nan merupakan faksi pecahan dari Taliban Pakistan langsung mengeklaim bertanggung jawab penuh atas serangan di pangkalan militer tersebut pada Sabtu malam.

Ketegangan Diplomatik Dua Negara Tetangga

Eskalasi militer terbaru ini diprediksi bakal semakin memperkeruh hubungan diplomatik nan sudah sangat tegang antara pihak Islamabad dan Kabul. Serangan udara dan operasi darat pada hari Minggu kemarin terjadi kurang dari tiga minggu setelah militer Pakistan melakukan tindakan serupa, sekaligus mengakhiri masa tenang singkat selama satu bulan pasca-perang terbuka di antara kedua negara bertetangga tersebut.

Hubungan kedua negara nan awalnya berkawan ini terus memburuk dan terjebak dalam tindakan saling balas serangan militer secara fatal sejak bulan Februari lalu, nan telah menewaskan ratusan orang di wilayah perbatasan setelah Afganistan meluncurkan serangan jawaban ke wilayah teritorial Pakistan.

Upaya internasional untuk mendamaikan kedua belah pihak pun kerap menemui jalan buntu dan kandas total untuk mengamankan draf gencatan senjata nan permanen.

Pemerintah China sebenarnya sempat bertindak sebagai mediator dengan menjamu perwakilan kedua negara pada bulan April lalu, di mana Beijing menyatakan bahwa Pakistan dan Afganistan telah sepakat untuk menahan diri dan mencari solusi damai.

Kendati demikian, Pakistan tetap konsisten menuduh rezim Taliban Afganistan sengaja menyembunyikan para milisi TTP nan kerap melancarkan tindakan teror mematikan di dalam negerinya, sebuah tuduhan serius nan hingga sekarang terus dibantah keras oleh pihak otoritas Kabul.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya