Siswa dan siswi serta gur MAN 1 Brebes, sedang melaksaanakan Salat Ghaib bagi korban gempa NTT.(Dok. MI/Supardji Rasban)
BENCANA gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) memicu gelombang solidaritas dari beragam daerah. Di Jawa Tengah, ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes menggelar Salat Ghaib, angan bersama, sekaligus penggalangan biaya untuk para korban, Senin (17/8).
Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan tepat setelah upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di laman sekolah setempat. Lebih dari seribu siswa berbareng para pembimbing tampak intens mengikuti rangkaian ibadah sebagai bentuk empati terhadap penduduk NTT nan tengah berduka.
Kepala MAN 1 Brebes, Ihda Syifa'i, menyatakan bahwa aktivitas ini merupakan corak kepedulian nyata family besar madrasah atas musibah nan menelan puluhan korban jiwa serta mengakibatkan kerusakan prasarana nan masif di NTT.
“Salat Ghaib dan angan berbareng ini kami gelar sebagai corak kepedulian atas kejadian gempa bumi di NTT nan menelan puluhan korban jiwa meninggal, luka-luka, serta ratusan gedung rusak berat,” ujar Ihda.
Selain support spiritual, pihak sekolah juga menginisiasi tindakan bantuan spontan. Ihda menambahkan bahwa seluruh biaya nan terkumpul nantinya bakal disalurkan melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes untuk diteruskan kepada para korban musibah di NTT.
Salah seorang siswi MAN 1 Brebes, Mufti Diah Kharisma, mengungkapkan rasa duka mendalamnya. Menurutnya, momen kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat untuk memperkuat persaudaraan antarsesama anak bangsa.
“Kami ikut berbelasungkawa terhadap saudara-saudara kita nan sedang tertimpa musibah, tanpa memandang suku alias agama,” ungkap Mufti dengan khidmat.
Berdasarkan info nan dihimpun, gempa M7,7 nan melanda NTT pada Sabtu lampau telah mengakibatkan puluhan orang meninggal bumi dan luka-luka. Selain korban jiwa, banyak rumah penduduk dan akomodasi publik dilaporkan mengalami rusak berat. Saat ini, upaya pemulihan prasarana seperti listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terus dilakukan oleh pihak terkait. (H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·