Ratusan Wisatawan Hadiri Pasa Harau Art and Culture Festival di Lembah Harau

1 jam yang lalu 3
Ratusan Wisatawan Hadiri Pasa Harau Art and Culture Festival di Lembah Harau Ilustrasi(Dok Istimewa)

PASA Harau Art & Culture Festival Ke-8 Tahun 2026 berjalan meriah di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Festival nan diselenggarakan oleh Komunitas Pasa Harau ini didukung oleh Program Dana Indonesiaku, Kementerian Kebudayaan RI.

“Tahun ini kami didukung oleh Program Dana Indonesiaku Kementerian Kebudayaan RI, serta dibantu beragam mitra kerjasama dari sanggar seni di Sumatera Barat, Yayasan Bintang Kidul, Yayasan Umar Kayam, dan Perkumpulan MPM,” ujar Rahmad Fauzan, Direktur Pasa Harau, dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Terlihat sejumlah visitor dari beragam wilayah di Sumatera Barat—seperti Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Agam—serta wilayah lain di Indonesia seperti Riau, Jakarta, dan Yogyakarta datang memadati lokasi. Bahkan, beberapa visitor mancanegara turut menyaksikan pagelaran di tengah lanskap Lembah Harau nan indah.

Pasa Harau merupakan salah satu pagelaran berbasis penduduk di Indonesia nan seluruh penyelenggaraannya dikelola oleh masyarakat dan organisasi budaya setempat.

Perjumpaan Tradisi dan Kreativitas Generasi Muda

Dalam sambutannya, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III, Roby Satria, M.Hum., mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan pagelaran nan telah memperkuat selama delapan tahun.

“Tentu tidak mudah menyelenggarakan pagelaran budaya seperti Pasa Harau ini. Banyak pagelaran di Sumatera Barat alias apalagi di Indonesia nan tidak melanjutkan kegiatannya dari tahun ke tahun, tetapi Pasa Harau bisa bertahan,” kata Roby.

Lebih lanjut, Roby menyatakan bahwa Pasa Harau bukan sekadar perhelatan pagelaran biasa, melainkan ruang perjumpaan antara tradisi, produktivitas masyarakat adat, pelaku budaya generasi muda, dan visitor dari beragam daerah.

“Di sinilah kebudayaan dipertontonkan, apalagi dihidupkan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, nan datang langsung dalam pagelaran menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya sebatas tarian alias busana adat, melainkan kudu menubuh—salah satunya diwujudkan melalui sikap ramah terhadap setiap tamu nan datang.

“Mari kita jadikan Pasa Harau sebagai inspirasi bahwa pariwisata nan maju adalah pariwisata nan bertumpu pada masyarakat. Yaitu masyarakat nan menghormati budaya dan menjaga alam, sehingga visitor pun ikut menghormati budaya serta alam kita agar tetap lestari,” ujar Ahlul Badrito.

Wali Nagari Harau, Syukriandi, turut menyambut baik suksesnya penyelenggaraan Pasa Harau Ke-8 Tahun 2026.

“Penyelenggaraan pagelaran kali ini berjalan tanpa support anggaran dari Nagari lantaran kami sedang melakukan efisiensi dan menghadapi keterbatasan anggaran. Namun demikian, kami sangat mendukung aktivitas ini lantaran nyata-nyata berkontribusi mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Harau,” jelas Syukriandi.

Syukriandi berambisi pada tahun 2027 mendatang, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dapat ikut mengalokasikan support biaya untuk pagelaran tersebut, mengingat anggaran nagari terfokus pada beragam program prioritas nasional.

Dampak positif pagelaran dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Usi, penjual pernak-pernik dan kopi nan membuka booth di letak acara, mengaku mendulang pendapatan nan memuaskan selama tiga hari festival.

“Semoga tahun depan Pasa Harau tetap terselenggara dan kami bisa kembali memeriahkan pagelaran UMKM. Terima kasih kepada penyelenggara pagelaran nan peduli dengan teman-teman UMKM di Lembah Harau,” tutur Usi.

Hal senada disampaikan Ibu Ina, pedagang lontong sayur. “Pendapatan dari upaya cukup baik. Sayang kami tidak menyediakan menu sate lebih banyak dari biasanya. Tapi tidak apa-apa, semoga ke depan Pasa Harau semakin ramai dan dihadiri lebih banyak wisatawan,” ujarnyua.

Harau Walk Fest Jadi Daya Tarik Favorit

Pada hari ketiga festival, arena Harau Walk Fest Ke-2 menjadi salah satu aktivitas favorit nan diikuti oleh 402 peserta dari beragam kota di Sumatera Barat, Riau, hingga Jakarta. Para peserta menempuh rute 5 kilometer dan 10 kilometer mengelilingi area Lembah Harau.

“Seru banget, apalagi disuguhi pemandangan Lembah Harau nan bagus. Ke depan, kami berambisi panitia memperbanyak pengarsipan ahli foto agar peserta tidak perlu foto-foto sendiri,” ujar Ayu, peserta Harau Walk asal Kota Bukittinggi.

Harau Walk Fest jenis kedua ini melanjutkan kesuksesan jenis perdana nan digelar pada tahun 2024 lalu. Rencananya pada tahun 2027 mendatang, aktivitas ini bakal kembali datang dengan pilihan rute jalan santuy nan lebih menantang sebagai paduan konsep olahraga dan wisata (sport tourism). (H-2)

Selengkapnya