Rekor 35 Tahun Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF Terlampaui

54 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kegagalan Indonesia meraih lencana emas Kejuaraan Dunia BWF 2026 membikin rekor jelek sejak 1991 alias 35 tahun lampau terlampaui pada tahun ini.

Pencapaian atlet Indonesia dalam Kejuaraan Dunia BWF 2026 hanya lencana perunggu. Medali ini disumbang dobel campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Dengan kata lain, dalam lima jenis beruntun tidak ada atlet bulutangkis Indonesia nan meraih lencana emas alias menjadi nan terbaik dalam Kejuaraan Dunia BWF. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atlet Indonesia nan terakhir kali berdiri di podium tertinggi Kejuaraan Dunia BWF adalah Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dalam nomor dobel putra Kejuaraan Dunia BWF 2019.

Setelah itu, pada jenis 2021, 2022, 2023, 2025, dan 2026, pencapaian terbaik Indonesia hanya perak. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva nan terakhir kali meraih perak, ialah pada jenis 2023.

Catatan dari jenis 201 hingga 2026 ini lebih jelek dari jenis 1985-1991. Ketika itu, Indonesia tidak meraih lencana emas Kejuaraan Dunia BWF hanya dalam empat jenis beruntun. 

Pada jenis 1993, Indonesia nan puasa gelar langsung ngamuk dengan meraih tiket lencana emas. Bahkan Indonesia menjadi juara umum dengan total enam medali.

Saat itu Joko Suprianto meraih lencana emas nomor tunggal putra, lantas Susy Susanti menjadi nan terbaik di tunggal putri, dan Ricky Subagja/Rudy Gunawan ke podium tertinggi dobel putra.

Setelah lima jenis tidak ada lagi nan meraih emas dalam Kejuaraan Dunia BWF, melampaui rekor 35 tahun lalu, PBSI selayaknya berbenah agar prestasi bisa diraih kembali. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)

Selengkapnya