ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan sistem rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini tidak lagi bisa diintervensi, termasuk oleh pejabat sekalipun.
Zudan mengaku pernah menerima titipan dari seorang pejabat krusial agar seseorang diloloskan menjadi ASN. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi lantaran proses seleksi sekarang sepenuhnya berbasis teknologi dan sistem komputerisasi.
"Pernah suatu ketika saya dititipi pejabat krusial enggak bisa masuk. Saya dimarahi habis-habisan. Ya saya jelaskan sistem ini tidak bisa diintervensi oleh perorangan," kata Zudan dalam rapat kerja berbareng Komite I DPD RI.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan mengenai argumen seleksi ASN saat ini dinilai semakin ketat dan susah ditembus.
Menurut Zudan, proses seleksi ASN sekarang menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dan Computer Assisted Test (CAT) nan berjalan secara real time. Dengan sistem tersebut, hasil ujian peserta langsung muncul setelah tes selesai dikerjakan sehingga meminimalkan kesempatan manipulasi.
"Kenapa sekarang susah menjadi ASN? Karena itu berbasis komputerisasi nan real time CBT dengan CAT (Computer Assessment Test), sehingga ketika mengerjakan (ujiannya), nilainya langsung keluar," ujarnya.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip dalam proses seleksi ASN. Bahkan, family pegawai BKN sendiri kudu bersaing secara terbuka dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sebagaimana pelamar lainnya.
Zudan mengungkapkan tidak sedikit putra-putri pegawai BKN nan kudu mengikuti seleksi berulang kali sebelum akhirnya lolos menjadi ASN.
"Orang dalam pun enggak bisa (intervensi)," tegasnya.
Berdasarkan info BKN, tingkat kelulusan ASN pada periode 2024-2025 hanya sekitar 6,3% dari total pelamar nan mengikuti proses seleksi. Angka tersebut menunjukkan persaingan untuk menjadi ASN semakin ketat seiring penerapan sistem rekrutmen nan lebih transparan dan akuntabel.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·