Resensi Buku Meneguhkan Fondasi Keilmuan Intelijen Keamanan Indonesia

2 jam yang lalu 2

loading...

Buku berjudul Teori dan Konsep Intelijen Keamanan. Foto/istimewa

JAKARTA - Judul Buku : Teori dan Konsep Intelijen Keamanan
Penulis : Stanislaus Riyanta & Antonius D.H.S.
Penerbit : Rajawali Pers, 2026
ISBN : 978-623-08-2372-5
Tebal : 358 halaman

Di Indonesia, literatur mengenai intelijen tetap menghadapi persoalan mendasar, ialah kelangkaan kitab nan membahas intelijen sebagai disiplin ilmu. Sebagian besar kitab nan beredar lebih banyak mengangkat sejarah lembaga intelijen, pengalaman operasi, memoar pelaku, alias kisah-kisah terkenal mengenai spionase.

Akibatnya, ruang akademik nan membahas teori, konsep, epistemologi, metodologi, tata kelola, hingga makulat intelijen tetap relatif kosong. Kekosongan inilah nan selama bertahun-tahun menyebabkan diskursus intelijen di Indonesia berkembang secara parsial dan sering kali tercampur antara konsep intelijen pertahanan, intelijen strategis, dan intelijen keamanan.

Kehadiran kitab Teori dan Konsep Intelijen Keamanan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Buku ini tidak berupaya menawarkan cerita heroik operasi intelijen ataupun pengalaman lapangan nan sensasional, melainkan membangun fondasi konseptual mengenai apa sesungguhnya nan dimaksud dengan intelijen keamanan sebagai suatu bagian pengetahuan pengetahuan. Dalam konteks perkembangan studi intelijen di Indonesia, kitab ini merupakan salah satu upaya krusial untuk menempatkan intelijen keamanan pada posisi akademik nan selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Baca juga: Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya

Sejak bagian prakata, penulis menjelaskan bahwa kitab ini lahir dari kegelisahan terhadap kesenjangan antara persepsi publik dan realitas ahli intelijen. Intelijen selama ini lebih sering dipahami sebagai aktivitas spionase, penyadapan, alias operasi rahasia, padahal secara akademik intelijen merupakan disiplin manajemen pengetahuan nan bermaksud menghasilkan info berbobot tambah bagi pengambilan keputusan. Penulis juga menegaskan bahwa tanpa fondasi teori nan kuat, aktivitas intelijen bakal terjebak menjadi aktivitas nan reaktif dan hanya bergerak setelah ancaman berkembang menjadi krisis.

Keunggulan utama kitab ini terletak pada keberhasilannya mendudukkan intelijen keamanan sebagai spektrum nan berbeda dari intelijen pertahanan maupun intelijen strategis. Perbedaan tersebut sering kali diabaikan dalam literatur Indonesia.

Intelijen pertahanan berorientasi pada ancaman militer, kekuatan tempur, keahlian lawan, serta kebutuhan operasi peperangan. Fokusnya berada pada perlindungan negara dari ancaman eksternal nan berangkaian dengan pertahanan nasional.

Baca juga: 10 Mata-mata Perang Dingin nan Tak Pernah Takut Mati

Selengkapnya