Ilustrasi(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan secara serentak 3.395 jembatan TNI-Polri serta 3.000 titik sumber air bersih nan tersebar di beragam wilayah Indonesia, Kamis (13/8). Peresmian ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung aksesibilitas akomodasi dasar masyarakat.
Acara peresmian digelar secara simbolis dari Istana Negara melalui sambungan video conference oleh Presiden Prabowo, dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, meresmikan 3.395 jembatan nan telah dibangun untuk kepentingan rakyat Indonesia," ujar Presiden Prabowo.
Dalam peresmian tersebut, kehadiran lapangan diwakili oleh dua jejeran ketua abdi negara penegak norma dan pertahanan. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak meninjau letak jembatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri titik peresmian di Kabupaten Lebak, Banten.
Atas terselesaikannya proyek prasarana kerakyatan ini, Kepala Negara memberikan apresiasi tinggi kepada jejeran TNI AD dan Polri atas dedikasi mereka di lapangan.
"Atas nama pemerintah, seluruh rakyat Indonesia, dan pribadi, saya sampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada KSAD dan Kapolri, seluruh pejabat, serta personil TNI AD dan Polri. Saya bangga dengan saudara-saudara sekalian," tutur Presiden.
Dalam laporannya, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa TNI AD telah mengerjakan 3.008 titik jembatan, dengan rincian 2.500 jembatan rampung dikerjakan dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir dan 508 jembatan lainnya tetap dalam tahap penyelesaian.
Lokasi peresmian di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, mencatatkan jembatan gantung sepanjang 80 meter nan dibangun oleh Korem 051/Wijayakarta. Infrastruktur ini diklaim menjadi jembatan gantung terpanjang di wilayah Kabupaten Bekasi.
"Ribuan jembatan nan dibangun ini memberikan akses ke 9.008 sekolah, sehingga mempermudah para siswa untuk berangkat menuju sekolah," kata Maruli.
Kehadiran jembatan gantung tersebut mendapat sambutan hangat dari penduduk setempat. Rustam Efendi, salah satu penduduk Desa Ridomanah, mengungkapkan bahwa jembatan ini tidak hanya memangkas jarak tempuh anak sekolah, tetapi juga menjadi penopang perekonomian antardesa.
“Terima kasih kepada Korem 051 Wijayakarta nan telah membangun jembatan ini. Ini bakal menjadi motor untuk mengakselerasi pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat. nan paling membahagiakan adalah anak-anak sekolah sekarang tidak terlambat lagi lantaran aksesnya sudah jauh lebih dekat,” ujar Rustam. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·