Respons Pidato Prabowo, Menteri Mukhtarudin Tingkatkan Kualitas PMI

46 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambut positif arah kebijakan nan disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026. Menurut Mukhtarudin, sejumlah pesan Presiden mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama penguasaan bahasa asing sejak sekolah dasar, mempunyai relevansi kuat dengan agenda pemerintah dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia nan kompetitif di pasar kerja internasional.

Prabowo dalam pidatonya menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing sejak dini. Pemerintah, kata dia, bakal mendorong pembelajaran bahasa asing mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), termasuk Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis hingga Rusia.

"Bahasa asing absolut kudu kita kuasai. Kita bakal mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka kudu mulai bahasa asing," kata Prabowo dikutip Jumat (14/8/2026).

Dia juga menekankan bahwa anak-anak Indonesia kudu memperoleh akses terhadap pendidikan terbaik sehingga mempunyai memungkinkan mereka bersaing dan bekerja dengan beragam pihak di tingkat internasional.

Menanggapi perihal tersebut, Mukhtarudin menilai kebijakan penguatan bahasa asing sejak usia awal merupakan investasi strategis dalam membangun generasi Indonesia nan siap memasuki pasar kerja global.

"Apa nan disampaikan Presiden hari ini adalah visi besar untuk mengubah paradigma pekerja migran kita. Kita mau bergerak dari tenaga kerja nan selama ini tetap banyak berada pada pekerjaan berkeahlian rendah menuju tenaga ahli nan mempunyai kompetensi dan bisa berkomunikasi secara global," ujar dia.

Penguasaan Bahasa Asing Jadi Bekal Penting

Mukhtarudin mengakui bahwa halangan utama Pekerja Migran Indonesia saat adalah hambatan bahasa. Arahan Prabowo untuk membekali anak-anak dengan bahasa dunia (Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, hingga Rusia) sejak usia emas (di bawah 12 tahun) adalah investasi jangka panjang nan sangat presisi.

Dia menilai arah kebijakan nan disampaikan Prabowo mempunyai keterkaitan dengan kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan tenaga kerja nan bisa memasuki pasar kerja internasional.

"Presiden memberikan gambaran nan sangat jelas bahwa persaingan ke depan bukan hanya antarnegara, tetapi juga antar-SDM. Karena itu, kita kudu menyiapkan anak-anak Indonesia agar sejak awal mempunyai keahlian nan dibutuhkan dunia," ujar Mukhtarudin.

Menurut dia keahlian bahasa bakal menjadi salah satu bekal krusial ketika generasi muda memasuki lingkungan kerja internasional. Kemampuan tersebut juga perlu dibarengi keahlian teknis, sertifikasi, penguasaan teknologi, serta pemahaman budaya dan patokan di negara tujuan.

Peluang dari Kebutuhan Tenaga Kerja Global

Mukhtarudin juga menyoroti pidato Prabowo nan menggambarkan tingginya kebutuhan tenaga kerja di beragam negara. Presiden menyebut kebutuhan itu antara lain berasal dari sektor pariwisata, rumah sakit, perawat dan caregiver nan memerlukan keahlian komunikasi dengan baik.

Bagi Mukhtarudin, kondisi tersebut merupakan kesempatan nan kudu dimanfaatkan Indonesia dengan meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia.

"Pertanyaan berikutnya adalah tenaga kerja seperti apa nan mereka butuhkan. Di sinilah tugas kita memastikan pekerja Indonesia memenuhi standar tersebut," kata Mukhtarudin.

Dia mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja dunia nan semakin beragam kudu diikuti dengan penyiapan SDM berbasis kompetensi.

"Pendidikan dan training kudu bisa membaca kebutuhan pasar sehingga masyarakat tidak sekadar mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi memperoleh akses terhadap pekerjaan nan sesuai keahlian dan mempunyai prospek nan baik," cetus Mukhtarudin.

Karakter Indonesia Jadi Modal

Prabowo juga menyinggung karakter pekerja Indonesia nan dinilai mempunyai kelebihan tersendiri.

"Orang Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita ke depan diharapkan kelak bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia," tegas Prabowo.

Mukhtarudin pun menyebut karakter tersebut merupakan modal sosial nan kudu diperkuat dengan profesionalisme.

"Keramahan adalah kekuatan kita, bumi kerja juga saat ini memerlukan lebih dari itu. Ada disiplin, keahlian teknis, komunikasi, produktivitas dan kepatuhan terhadap aturan," ujar Mukhtarudin.

Untuk itu, dia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pekerja migran kudu melangkah beriringan dengan pelindungan. Setiap proses penempatan kudu dilakukan secara resmi, transparan dan sesuai ketentuan nan berlaku.

"Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar berapa banyak nan berangkat. nan lebih krusial adalah mereka berangkat secara resmi, bekerja sesuai kompetensi, mendapatkan haknya dan pulang membawa peningkatan kualitas kehidupan," kata Mukhtarudin.

Dari Pekerja Migran Menjadi Talenta Global

Mukhtarudin mengatakan pemerintahan saat ini terus menggeser paradigma pekerja migran Indonesia dari sekadar tenaga kerja menjadi talenta nan mempunyai daya saing internasional.

"Pengalaman bekerja di luar negeri juga dapat menjadi modal pembangunan ketika mereka kembali ke Indonesia dengan membawa keterampilan, pengalaman dan jejaring internasional," pungkas dia.

Dia meyakini langkah nan diumumkan Prabowo bakal memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penerimaan devisa serta peningkatan kesejahteraan family Pekerja Migran Indonesia.

"Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia berkomitmen mengawal agenda tersebut agar kesempatan kebutuhan tenaga kerja bumi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia. Dengan peningkatan kompetensi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi dan pelindungan nan kuat, pekerja migran Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pasar kerja global, tetapi tampil sebagai talenta nan mempunyai daya saing dan posisi tawar lebih tinggi," pungkas dia.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya