Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan tiga langkah utama dalam arah kebijakan subsidi daya pada tahun 2027. Pada intinya, subsidi dan kompensasi diarahkan untuk lebih tepat sasaran, khususnya kepada masyarakat miskin dan rentan.
Mengutip Buku Nota Keuangan RAPBN tahun 2027 disampaikan, bahwa berasas pertimbangan kebijakan tahun 2022-2026, arah kebijakan subsidi daya tahun 2027 difokuskan pada tiga hal.
Pertama, melanjutkan pemberian subsidi tetap untuk BBM solar dan subsidi selisih nilai untuk minyak tanah. "Disertai dengan pengendalian volume dan pengawasan terhadap golongan nan berkuasa memanfaatkannya," terang Buku ini, dikutip Selasa (18/8/2026).
Kedua, melanjutkan upaya transformasi subsidi LPG tabung 3 kg agar tepat sasaran menjadi berbasis penerima faedah dan terintegrasi dengan DTSEN, nan dilakukan secara berjenjang dengan mempertimbangkan kesiapan data, infrastruktur, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.
Ketiga, subsidi listrik diberikan kepada rumah tangga miskin dan rentan sesuai dengan DTSEN, disertai dengan penyesuaian tarif untuk pengguna nonsubsidi.
"Hal ini sejalan dengan Program PRO-KESRA Bantuan Sosial Terintegrasi nan menargetkan support daya kepada 87 juta pengguna penerima subsidi listrik dan 66,4 juta pengguna penerima subsidi LPG tabung 3 kg pada tahun 2029," jelas Buku Nota Keungan RAPBN 2027.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

18 jam yang lalu
18








English (US) ·
Indonesian (ID) ·