Gelandang Chelsea Enzo Fernandez.(AFP/Adrian DENNIS)
SPEKULASI mengenai masa depan Enzo Fernandez di Chelsea kembali memanas menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Situasi gelandang asal Argentina ini mulai menunjukkan pola nan serupa dengan saga transfer Alexander Isak ke Liverpool tahun lalu, nan baru tuntas di detik-detik terakhir meski klub pemilik sebelumnya bersikeras tidak bakal menjual sang pemain.
Chelsea, awalnya, dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan pemasok Fernandez, Javier Pastore, akhir Mei lalu. Kesepakatan tersebut memungkinkan Fernandez hengkang dengan nilai transfer mencapai £120 juta (sekitar Rp2,4 triliun), namun dengan syarat tawaran resmi kudu masuk sebelum 14 Agustus. Setelah pemisah waktu tersebut terlewati tanpa tawaran formal, manajemen The Blues secara resmi menyatakan bahwa pemain berumur 25 tahun itu tidak lagi tersedia untuk dijual di jendela transfer kali ini.
Minat Serius Manchester City
Meski Chelsea telah menutup pintu secara resmi, Manchester City, nan sekarang ditangani oleh mantan bos Chelsea, Enzo Maresca, dikabarkan tetap meletakkan minat besar. City memandang adanya celah bahwa klub asal London Barat tersebut secara privat tetap bersedia melakukan negosiasi jika nomor nan ditawarkan tepat.
Kebutuhan City bakal gelandang baru sangat mendesak setelah kepergian sejumlah pilar utama. Rodri telah pindah ke Barcelona, sementara Bernardo Silva meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir.
Selain Fernandez, City juga tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk memboyong gelandang Maroko, Ayyoub Bouaddi, dengan nilai £85 juta.
Sejauh ini, Maresca telah melakukan shopping besar-besaran dengan mendatangkan:
- Elliot Anderson dari Nottingham Forest (£116 juta)
- Jeremy Monga dari Leicester City (£12,5 juta)
- Geronimo Rulli dari Marseille (£1,7 juta)
Jika Fernandez dan Bouaddi sukses didatangkan, total shopping City di bawah Maresca diperkirakan bakal melampaui £330 juta (sekitar Rp6,6 triliun).
Dilema di Stamford Bridge
Situasi Fernandez di Chelsea semakin rumit akibat hubungannya dengan para penggemar. Dalam laga persahabatan melawan Real Sociedad nan berhujung dengan kemenangan 3-1 untuk Chelsea, Fernandez mendapat reaksi beragam dari tribun penonton. Terdengar cemoohan saat dia masuk menggantikan Reece James, meski sebagian pendukung lainnya merespons dengan sorakan dukungan.
Manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, mencoba meredam ketegangan dengan memberikan ban kapten kepada Fernandez saat dia masuk ke lapangan.
Namun, ketidakpastian tetap menyelimuti ruang ganti. Alonso, nan sukses menerapkan sistem 3-4-2-1 selama pramusim, tentu tidak mau stabilitas tim terganggu oleh transfer besar di menit-menit akhir.
Laporan dari Spanyol menyebut bahwa Chelsea telah menunjuk pemasok ternama Jorge Mendes untuk membantu menyelesaikan situasi ini. Chelsea sendiri sebenarnya mempunyai stok gelandang nan cukup melimpah dengan adanya Moises Caicedo, Romeo Lavia, hingga pemain muda seperti Valentin Barco dan Dario Essugo, terutama lantaran mereka tidak berkompetisi di level Eropa musim ini.
Belajar dari Kasus Alexander Isak
Sejarah mencatat bahwa pernyataan "tidak dijual" sering kali hanya menjadi strategi negosiasi. Tahun lalu, Newcastle United bersikeras mempertahankan Alexander Isak dan menolak tawaran awal sebesar £110 juta. Namun, pada hari terakhir bursa transfer, Liverpool sukses merampungkan kesepakatan senilai £125 juta nan memecahkan rekor transfer Inggris.
Kini, dengan sisa waktu dua minggu sebelum jendela transfer ditutup, publik sepak bola menunggu apakah Chelsea bakal tetap teguh pada pendiriannya alias justru mengikuti jejak Newcastle dengan melepas bintang mereka demi menyeimbangkan neraca finansial klub. (bbc/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·