Karyawan menghitung duit pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata duit asing Ayu Masagung, Jakarta( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada perdagangan Kamis (20/8). Analis mata duit sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi penguatan rupiah akibat dari respons positif pasar atas rencana pemangkasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 2027.
Rupiah bergerak menguat 92 poin alias 0,52 persen menjadi Rp17.748 per dolar AS daripada sebelumnya di level Rp17.840 per dolar AS.
"Kebijakan tersebut berpotensi berakibat terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi, terutama untuk jenis BBM Pertalite," kata dia di Jakarta, Kamis (20/8).
Dengan pemangkasan kuota hingga 58,5 persen, sambung dia, masyarakat nan selama ini mengandalkan BBM bersubsidi berpotensi menghadapi pengetatan akses terhadap BBM subsidi.
Sementara itu, pemerintah menggunakan dugaan nilai minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel pada 2027.
Ia menyebut nilai itu tetap berada di bawah nilai minyak nan berada di kisaran 83 dolar AS per barel.
"BBM bersubsidi berangkaian langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat nan menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari," papar Ibrahim.
Di sisi lain, para penanammodal menurutnya tetap menunggu menjelang rilis info transaksi melangkah kuartal kedua nan dijadwalkan pekan ini.
Defisit pada kuartal pertama sempat melebar ke tingkat terbesar sejak 2019 akibat keahlian perdagangan nan melemah akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah nan menyebabkan nilai minyak mentah bumi terus menguat. (Ant/H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·