RUPST Inalum Ganti Direktur SDM, Ini Susunan Baru Direksi-Komisarisnya

18 jam yang lalu 1
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum menetapkan susunan baru direksi dan komisaris perusahaan.

Pada RUPS T yang diselenggarakan Senin, 22 Juni 2026, RUPST tetap menyetujui Melati Sarnita sebagai Direktur Utama Inalum dan Musa Bangun tetap sebagai Komisaris Utama.

Hampir semua posisi masih dijabat oleh nama yang sama dengan periode yang sebelumnya. Namun, RUPST hanya mengganti satu posisi yaitu Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Transformasi Bisnis yang kini dijabat oleh Kemal Sudiro, menggantikan Benny Wiwoho.

Berikut susunan Direksi dan Komisaris terbaru PT Inalum, berdasarkan hasil RUPST Tahun Buku 2025:

Dewan Komisaris

•⁠ ⁠Komisaris Utama dan Komisaris Independen : Musa Bangun

•⁠ ⁠Komisaris: Indra Simarta

•⁠ ⁠Komisaris: Ali Said

•⁠ ⁠Komisaris Independen: Hari Soebagijo

•⁠ ⁠Komisaris : Kardwiyana Ukar

Direksi

•⁠ ⁠Direktur Utama: Melati Sarnita

•⁠ ⁠Direktur Keuangan: Ken Permana

•⁠ ⁠Direktur Operasi: Ivan Ermisyam

•⁠ ⁠Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial: Arif Haendra

•⁠ ⁠Direktur Sumber Daya Manusia & Transformasi Bisnis: Kemal Sudiro

"Dengan kepengurusan yang baru, Inalum optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan, memperkuat hilirisasi aluminium nasional, dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Mahyaruddin A.R., Corporate Secretary PT Inalum, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).

Hasil RUPST

Selain menetapkan susunan Direksi dan Komisaris baru, RUPST juga menyetujui empat mata acara lainnya, antara lain pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian, penggunaan dan laba bersih Perseroan.

RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited).

Atas pengesahan tersebut, RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Perseroan selama Tahun Buku 2025.

"Pencapaian Tahun Buku 2025 merupakan hasil dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta kolaborasi seluruh insan Inalum dan dukungan Grup MIND ID. Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata," tutur Mahyaruddin.

Sepanjang Tahun Buku 2025, Inalum membukukan kinerja keuangan terkuat sepanjang 50 tahun berdirinya perusahaan. Pendapatan perseroan tercatat tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual komoditas yang lebih baik. Laba bersih konsolidasian naik 15% secara year-on-year, sementara EBITDA tumbuh sebesar 17%.

Pada sisi operasional, Inalum mencatatkan produksi sebesar 280.082 mt atau meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Sementara pada aspek penjualan sebesar 280.141 mt pada Tahun Buku 2025 atau meningkat meningkat sekitar 1% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).

Kedua pencapaian tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang 50 tahun (all-time-high) Perusahaan berdiri.

Capaian ini ditopang oleh penyelesaian Proyek Pot Upgrading, yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun melalui peningkatan teknologi tungku reduksi ke arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.

Kinerja Inalum turut tercermin dari penilaian tata kelola dan kesehatan Perusahaan. Perseroan memperoleh Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat", didukung Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO. Pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial Tahun 2025 tercatat sebesar 85,54% (Audited), dengan Peringkat Komposit Risiko berada pada Peringkat 2.

Pada aspek penerapan Good Corporate Governance (GCG), tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) INALUM diproyeksikan meningkat menjadi 87,54% pada Tahun Buku 2025, dari 81,01% pada tahun sebelumnya, seiring tindak lanjut atas seluruh rekomendasi perbaikan.

Sepanjang 2025, Inalum juga merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara terintegrasi dan terukur dampaknya. Program prioritas mencakup pemberian beasiswa kepada 145 penerima, pelatihan bagi 110 guru, penanaman 15.000 pohon mangrove, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga lokasi, serta penyaluran pendanaan bagi usaha mikro dan kecil. Program-program ini dijalankan melalui pendekatan Strategic Empowerment dan Strategic Engagement yang selaras dengan praktik terbaik internasional.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya