Petenis Polandia Iga Swiatek berpose berbareng trofi di Toronto, Kanada, Kamis (13/8/2026).(National Bank Open)
PETENIS nomor satu dunia, Iga Swiatek, memastikan tempat di babak semifinal Cincinnati Masters setelah lawannya, Elena Rybakina, terpaksa mengundurkan diri akibat cedera tumit pada pertandingan perempat final, Kamis (20/8). Insiden ini memicu kekhawatiran mengenai kondisi bentuk Rybakina menjelang turnamen Grand Slam US Open.
Rybakina memutuskan berakhir saat tertinggal 1-4 pada set pertama. Momen krusial terjadi ketika kedudukan mencapai 40-40, di mana petenis asal Kazakhstan tersebut tiba-tiba menghentikan permainan dan menuju bangku pemain untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Meski sempat kembali ke lapangan dan memainkan satu poin, Rybakina akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi tim Rybakina, mengingat US Open bakal segera bergulir dalam 10 hari ke depan. Pekan lalu, Rybakina juga menelan kekalahan dari Swiatek di partai final turnamen Toronto Terbuka.
"Saya merasa resah memandang situasinya. Saya berambisi dia baik-baik saja. Kesehatan selalu menjadi prioritas," ujar Swiatek sebagaimana dikutip dari AFP. "US Open adalah US Open. Saya berambisi dia siap untuk turnamen itu," tambahnya.
Duel Swiatek vs Pegula di Semifinal
Swiatek, nan berstatus sebagai juara memperkuat Cincinnati Masters, bakal menghadapi tantangan dari wakil tuan rumah, Jessica Pegula, di babak semifinal. Pegula melaju setelah memenangi duel sengit melawan Amanda Anisimova dengan skor 6-2, 4-6, dan 7-6 (7/4).
Kemenangan ini mempertegas kekuasaan Pegula atas Anisimova dengan rekor pertemuan 6-0 tanpa kekalahan. Selain itu, Pegula mencatatkan sejarah sebagai pemain keempat sejak 2009 nan bisa mencapai setidaknya lima perempat final turnamen Masters 1000 setelah menginjak usia 30 tahun, bersanding dengan nama-nama besar seperti Li Na, Serena Williams, dan Svetlana Kuznetsova.
"Saya tahu rekor saya bagus melawannya, tetapi setiap pertandingan betul-betul seperti pertandingan tadi (sangat ketat)," kata Pegula mengomentari kemenangannya.
Kejutan Flavio Cobolli di Nomor Putra
Di sektor tunggal putra, petenis Italia Flavio Cobolli sukses mengamankan tiket semifinal setelah menumbangkan Tommy Paul melalui pertarungan tiga set 2-6, 6-3, dan 6-4. Ada momen unik dalam laga tersebut ketika Cobolli meminta makanan manis dibawa ke lapangan untuk mendongkrak energinya.
"Saya suka makanan manis dengan cokelat. Saya pernah mencobanya di nomor ganda, jadi kenapa tidak di tunggal?" ungkap Cobolli mengenai permintaannya tersebut.
Cobolli menunjukkan ketangguhan mental dengan bangkit setelah kehilangan set pertama. Kemenangan atas Paul, nan sebelumnya menyingkirkan unggulan pertama Alexander Zverev, menjadi pencapaian besar bagi petenis muda tersebut.
"Saya bangga dengan usaha, permainan, dan kekuatan mental saya. Itu semua menjadi latihan nan bagus untuk US Open," tutur Cobolli. Ia sekarang tercatat sebagai petenis Italia ke-11 nan sukses mencapai semifinal turnamen level Masters sejak format ini diperkenalkan 36 tahun silam. (Ndf/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·