Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Port FC, Sarawut Treephan, angkat bicara soal kartu merah Bruno Moreira saat melawan Persebaya Surabaya di Grup B Piala Presiden 2026.
Bruno merupakan mantan Kapten Persebaya. Ia kudu meninggalkan lapangan lebih sigap pada menit 61', usai menjatuhkan pemain Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
"Ya, ini semua tentang antusiasme dan semangat dalam pertandingan. Ini tentang seorang pemain untuk tim, Bruno tahu langkah dia bermain, gimana karakternya," kata Sarawut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan dia mau memberikan lebih. Ya, ini murni tentang passion di dalam pertandingan," kata Sarawut saat konvensi pers seusai pertandingan pada Sabtu (1/8) malam.
Menurut Sarawut, kartu merah tersebut disebabkan aspek emosi nan mau tampil maksimal di lapangan. Ia menyebut karakter petarung Bruno sebagai salah satu argumen di kembali kejadian itu.
"Ini adalah masalah emosi alias semangat. Dia datang ke sini, dia adalah seorang petarung di sini. Dia mau menunjukkan perihal nan sesuai dengan dirinya," ujarnya.
Saat Bruno diusir, Sarawut juga mengaku kecewa, karena perihal itu berpengaruh pada hasil pertandingan nan membikin timnya tersingkir dari perebutan juara Piala Presiden 2026.
"Tentu saja sangat kecewa. Sangat kecewa lantaran kami tidak lolos. Namun, di dalam pertandingan, jika bicara soal pertandingan, kami kehilangan satu pemain di babak kedua," ujarnya.
Persebaya mengalahkan Port FC dengan skor 2-1. Hasil ini membikin Bajul Ijo menempati puncak Grup B dan memuluskan langkahnya menuju semifinal, sedangkan Port FC kudu pulang.
(frd/abs/jal)

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·