Kudus, CNN Indonesia --
Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 Timo Scheunemann punya satu permintaan mengenai pembinaan usia muda sepak bola putri di Indonesia.
Timo menyampaikan itu setelah tim arahannya sukses menang 7-0 atas Arab Saudi pada laga perdana Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus, Jumat (14/8).
Pelatih berdarah Jerman itu menegaskan sasaran tim usia muda bukan semata-mata juara alias memenangkan turnamen. Tugasnya sebagai pembimbing sebatas menyiapkan talenta untuk timnas senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya itu cari pemain dan saya membina pemain untuk Timnas Senior. Harusnya seperti itu pembimbing Timnas U-17. Nah, ini pertanyaannya apakah PSSI setuju alias tidak?" kata Timo.
"Kalau tidak setuju ya nggak apa-apa, saya kan bisa di belakang layar, saya nggak kudu di depan. Saya sudah melatih bola sudah 28 tahun di Indonesia, kadang di depan kadang di belakang layar, nggak masalah," ujar Timo menambahkan.
Tampil di depan pendukung sendiri, Garuda Pertiwi tampil galak musuh Arab Saudi. Pesta gol dipersembahkan oleh Fadilla (5', 78'), Nafeeza Ayasha Nori (23'), Jazlyn Kayla Firyal (36', 40'), Shifana Rizka (49') dan gol blunder pemain Arab Saudi.
Akan tetapi, Timo mengingatkan tujuan utama turnamen adalah pembinaan, bukan semata-mata kudu juara.
"Ini kudu dimengerti bahwa U-17 itu utamanya itu: mencari dan mencetak pemain dalam semua hal. Pola makannya gimana, taktisnya gimana, sikapnya gimana. Supaya kita bisa mencetak pemain senior nan lebih baik dan lebih baik lagi."
"Nah, itu tugas utama daripada pembimbing U-17 menurut saya. Dan itu bukan hanya menurut saya, tapi semua negara-negara nan mau berkembang sepak bolanya berpikirnya seperti itu gitu," beber Timo.
Kemenangan atas Arab Saudi membikin Garuda Pertiwi pimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin. Selanjutnya, Garuda Pertiwi bakal menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A, Minggu (6/8).
(ikw/ikw/jun)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·